Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Semakin Pedas, Akademisi UBB Beri Saran Ini Bagi Petani di Bangka Belitung

Harga cabai rawit atau cabai kecil semakin pedas di beberapa wilayah Bangka Belitung.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Hamparan pohon cabai yang digarap oleh BUMDes Mitra Jaya Selingsing,dilahan eks tambang Desa Selingsing, Kecamatan Gantung. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Harga cabai rawit atau cabai kecil semakin pedas di beberapa wilayah Bangka Belitung.

Secara ilmiah dari segi pertanian, tumbuhan cabai bisa dibudidayakan dengan kondisi tanah di Pulau Bangka Belitung ini.

Dosen Agroteknologi Universitas Bangka Belitung, Deni Pratama mengungkapkan dalam penanaman cabai memang ada persyaratannya.

"Di Bangka Belitung itu bisa untuk menanam cabai, cuma ada beberapa input produksi yang harus ditambahkan. Seperti contoh kalau di Babel, tanah agak asam jadi harus ditambahkan kapur, sehingga input pupuknya juga harus lebih banyak sedikit dibandingkan dengan tanah yang ada di Jawa," jelas Deni, Selasa (23/2/2021) kepada Bangkapos.com.

Tidak hanya saat membudidayakan cabai, tumbuhan lain saat ingin dibudidayakan tentu harus memperhatikan input produksi.

Dosen yang konsentrasi dibidang pertanian, tanah dan lingkungan ini membeberkan beberapa hal yang dapat memicu harga cabai bisa mahal meliputi:

Pertama, input produksi seperti pemberian pupuk dan pestisida, dikarena harga kedua bahan penunjang budidaya ini tak murah maka harga cabai bisa naik karena petani menyesuaikan hal tersebut.

Kedua, waktu produksi, ketika cabai ditanam kemudian waktu panen saat musim penghujan, hal ini tentu berdampak pada serangan hama dan penyakit, produksi menjadi berkurang sehingga harga cabai menjadi naik.

Ketiga, jalur distirbusi, petani cabai masih jarang menjual langsung hasil produksinya sehingga mengguna jasa pengumpul, sehingga semakin panjang jalur distribusi maka harga semakin naik.

Dalam budidaya dan pemeliharaan cabai sendiri perlu memperhatikan beberapa hal, terutama kondisi lingkungan sekitarnya.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved