Breaking News:

Pemerintah Kembali Perkenalkan Istilah Baru dalam Penanganan Covid-19, PPKM Mikro

Memperkenalkan istilah baru, yakni PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro) yang berlaku efektif 23

Diskominfo Babel
Sosialisasi PPKM Mikro Sesuai Dengan INMENDAGRI No. 04 Tahun 2021 melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings, Jakarta, Selasa (23/2/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah memperkenalkan istilah baru, yakni PPKM Mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro).

Penggunaan istilah baru ini berlaku efektif 23 Februari - 8 Maret 2021.

Payung hukum yang mengatur tentang PPKM mikro dan posko yaitu, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 04 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019; serta Surat Edaran Ketua Satgas Covid-19 Nomor 10 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Pembentukan Pos Komando Penanganan Corona Virus Disease 2019 Dalam Rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Tingkat Desa/Kelurahan.

Terkait hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito memperkenalkan pendekatan 5S1T sebagai pendekatan yang digunakan dalam penanganan Covid-19 dengan PPKM Mikro.

"Dalam penanganan Covid-19 PPKM mikro dan posko, kita menggunakan pendekatan 5S1T. 5S itu adalah Strategi, Struktur, Sistem, Skill, Speed dan 1T-nya adalah Target," papar Wiku dalam Sosialisasi PPKM Mikro Sesuai Dengan INMENDAGRI No. 04 Tahun 2021 melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings, Jakarta, Selasa (23/2/2021).

Dalam PPKM mikro terdapat empat warna zonasi, antara lain hijau (0 rumah kasus konfirmasi), kuning (1-5 rumah kasus konfirmasi), oranye (6-10 rumah kasus konfirmasi) dan merah (lebih dari 10 rumah kasus konfirmasi).

Untuk itu, Wiku mengatakan, setiap daerah harus memiliki awareness/kepedulian yang sama dengan daerah yang warna zonasinya merah.

"Bukan daerah yang zonasinya merah saja yang harus memiliki awareness terhadap penyebaran Covid-19 ini, yang tidak merah pun harus memiliki awareness yang sama, supaya tidak kecolongan," katanya.

Wiku menambahkan untuk menjangkau lebih dini penanganan Covid-19, dibentuk posko hingga unsur terkecil.

"Kita semua yang ada dalam unsur penanganan Covid-19 ini harus bekerja dengan solid. Dari unsur terbesar hingga terkecil. Untuk itu perlu pembangunan posko hingga ke unsur terkecil, agar kita dapat menangani Covid-19 lebih awal lagi," tambahnya.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved