Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Bakal Bongkar Kanopi Pasar Mambo, Begini Prosesnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berencana akan melaksanakan pembongkaran bangunan Kanopi yang berada di Pasar Mambo

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Bangunan Kanopi di Pasar Mambo Kota Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang berencana akan melaksanakan pembongkaran bangunan kanopi yang berada di Pasar Mambo, Gang Singapur Kelurahan Masjid Jamik serta kanopi yang berdiri di depan Kelenteng Kwan Tie Miau atau dekat Pasar Induk Kota Pangkalpinang.

Namun Pemerintah Kota Pangkalpinang ingin menunggu terlebih dulu pengakuan dari kepemilik bangunan tersebut.

Hingga kini, Selasa (23/2), sudah hampir satu minggu sejak pengumuman kanopi tersebut akan dilakukan pembongkaran, belum ada juga yang melaporakan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang terkait kepemilikan bangunan tersebut.

Demkian disampaikan, Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota  Pangkalpinang, Lena.

Kata Lena, pihaknya akan menunggu hingga besok Rabu (24/2/2021) terkait laporan siapa yang memiliki bangunan tersebut.

"Kami akan menunggu laporan sampai besok, kami sudah membuat pengumuman di media juga, dan spandunk pengumuman yang sudah kami tempatkan di dua lokasi kanopi, di pasar mambo dan pasar induk," kata Lena kepada Bangkapos.com, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, jika hingga besok belum ada juga yang melaporkan kepemilikan bangunan itu, pihaknya akan melalkukan tindak lanjut.

"Kalau sudah ditunggu belum ada juga laporan akan kami tindak lanjut, kami akan rapikan dulu akan kami adakan rapat terlebih dulu bersama dengan tim yang sudah dibentuk," katanya.

Lena menyebutkan, jika tidak ada yang melapor kanopi tersebut tidak akan langsung dirobohkan, namun harus dirapatkan dulu.

"Jadi tidak langsung dirobohkan proseanya masih panjang, nanti setelah kita rapat baru akan eksekusi, jadi nanti akan ada penilaian dulu, intinya harus kita bahas dalam rapat juga," bebernya.

Lena menuturkan, bangunan tersebut ingin dirobohkan sebab diniai tidak lagi berfungsi, bahkan sudah dalam keadaan rusak berat.

"Dengan alasan bangunan kanopi tersebut sudah dalam keadaan rusak berat, tidak berfungsi lagi, dan sangat berbahaya terhadap keselamatan jiwa masyarakat serta tidak ditemukannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bangunan kanopi tersebut," katanya.

"Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Nomor WA : 0823-7766-0871 (Syafaruddin) dan 0852-6798-0013 (M. Nasir)," katanya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved