Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Harga Cabai Melonjak, Disperindag Pangkalpinang Sebut Suplai dari Luar Daerah Berkurang

Ulpi Heriyanto membeberkan alasan melonjaknya harga cabai di Kota Pangkalpinang, Rabu (24/02/2021).

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Lonjakan harga cabai rawit yang mencapai Rp 120.000 di Pasar Induk Kota Pangkalpinang, Rabu (24/02/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kabid Pengembangan Perdagangan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan, Kota Pangkalpinang, Ulpi Heriyanto membeberkan alasan melonjaknya harga cabai di Kota Pangkalpinang, Rabu (24/02/2021).

"Harga cabai rawit hari ini hasil survei kita Rp 120.000 per Kg, tadi sudah konfirmasi dengan distribustor ternyata kendalanya kita masih mendatangkan cabai dari pulau jawa. Sedangkan disana sedang terjadi banjir jadi kendala mereka, ada di transportasi tidak lancar itu yang membuat harga naik," kata Ulpi saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Kondisi curah hujan yang tinggi, diungkapkan Ulpi juga menjadi penyebab minimnya pasokan cabai yang masuk di Kota Pangkalpinang.

"Kemudian dari pedagang kita tahu naik ini juga disebabkan dari hujan yang membuat panen cabai, mengalami busuk atau hasil sedikit dan permintaan juga banyak dan barang sedikit," jelasnya.

Kebutuhan Cabai Rawit di Bangka Belitung Sebanyak 2.989 Ton, Harganya Naik Ternyata Ini Penyebabnya

Baca juga: Di Balik Pedasnya Harga Cabai, Serudin Harus Berjuang Agar Tak Gagal Panen karena Kondisi Cuaca

Baca juga: Harga Cabai Rawit Selangit, Pemilik Warung Menjerit 

Baca juga: Cabai Semakin Pedas, Pedagang Berbahan Cabai Kelimpungan, Akui Keuntungan Lebih Tipis

Lebih lanjut untuk pasokan cabai lokal yang banyak berasal dari Kabupaten Bangka Selatan, Ulpi mengatakan hanya memiliki selisih Rp 10. 000 dengan cabai yang berasal dari Jawa Barat ataupun Jawa Tengah.

"Di pasar kita yang dijual itu adalah cabai rawit lokal, disebabkan karena kendala dari luar belum normal. Lalu juga cabai dari Jawa itu sampai disini sudah Rp 100.000, sedangkan cabai lokal Rp 120.000 Jadi mereka lebih ngambil lokal, karena cuma selisih Rp 10.000," ungkap Ulpi.

Lebih lanjut terkait pengendalian harga cabai yang sudah melonjak sekitar dua minggu terakhir, Ulpi mengatakan kebijakan tersebut ada pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang.

"Kita akan koordinasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, karena mereka yang punya wewenang untuk masalah pengendalian stok pangan. Kalau kita cuma mantau harga, lalu melaporkan mereka dan mereka yang mengambil tindakan," ucapnya.

Namun Ulpi mengatakan, terkait tingginya harga cabai di Kota Pangkalpinang, akan segera mengalami penurunan bahkan beranjak ke harga normal.

"Mudah-mudahan dalam tiga hari ini harga akan normal lagi dikisaran Rp 80 ribu, paling tiga hari kedepan harga cabai normal lagi menunggi pasokan lancar dari jawa dan dari lokal juga ikut akan turun," ungkapnya.

Sementara itu satu diantara pembeli cabai yang ditemui di pasar Induk Kota Pangkalpinang, Yanti mengungkapkan harus pintar-pintar mengolah makanan ditengah tingginya harga cabai.

"Biasa masak ya ada pedes-pedesnya, walaupun gak pedes banget tapi setiap masakan ada lah dikasih cabai buat nambah rasa. Kalau sekarang dirumah masak yang berkuah, jadi cabainya kan gak perlu banyak. Kalau masak yang kering misalnya ayam goreng atau apalah, itu biasa pakai sambal nah kalau sambalkan banyak yang dipakainya," kata Yanti.

Yanti pun berharap agar tingginya harga cabai dapat segera turun atau kembali normal, terutama di saat pandemi hal tersebut juga berdampak pada ibu rumah tangga.

"Pengennya ya hari ini juga turun lah kalau bisa, biasa beli setengah kilo sebulan ini kita jadi beli per ons aja sambil nunggu harga turun. Kalau kita beli per ons kan beli sesuai kebutuhan, kalau beli banyak terus besok harga turun kan nyesel jadinya," ungkap Yanti. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved