Breaking News:

Jaksa Menyapa: Menjaga Kerukunan Umat Beragama Juga Menjadi Tugas Kejaksaan

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung kembali melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist (Bid. Penkum Kejati Provinsi Bangka Belitung)
Kasi Penerangan Hukum Kejati Kepulauan Bangka Belitung Basuki Raharjo dan Kasi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Kejati Kepulauan Bangka Belitung Perana Manik, hadir dalam program Dialog Interaktif Jaksa Menyapa, Selasa (23/02/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung kembali melaksanakan kegiatan Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa yang bertempat di LPP RRI Pro 1 Sungailiat, Selasa (23/02/2021).

Kali ini, program Jaksa Menyapa yang berlangsung sejak jam 09.00 WIB pagi, menghadirkan narasumber yaitu Kasi Penerangan Hukum Kejati Kepulauan Bangka Belitung Basuki Raharjo dan Kasi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Perana Manik.

Mengusung tema "Kerukunan Umat Beragama di Wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung", masing-masing Narasumber menjelaskan terkait bagaimana peran dari Kejaksaan dalam mengawal kerukunan, ketentraman, dan kedamaian umat-umat beragama.

"Peran itu tertuang jelas dalam aturan Undang-Undang (UU) nomor 16 tahun 2004 tentang UU Kejaksaan Pasal 30 ayat 3 yang menyebutkan, Kejaksaan mempunyai tugas dan kewenangan dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum dalam penyelenggaraan kegiatan pengawasan kepercayaan, yang dapat membahayakan masyarakat dan  negara dan pencegahan penyalahgunaan dan/atau penodaan agama," Ujar Basuki Raharjo.

Suasana Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa Kejati Kepulauan Bangka Belitung
Suasana Dialog Interaktif Program Jaksa Menyapa Kejati Kepulauan Bangka Belitung (Ist (Bid. Penkum Kejati Provinsi Bangka Belitung))

Sementara itu, Perana Manik selaku Kasi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Kejati Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, pihaknya rutin melakukan silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama maupun masyarakat dan organisasi keagamaan seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang ada di Kepulauan Bangka Belitung.

"Termasuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketentraman dan kerukunan umat beragama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) umumnya dan khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini," Jelasnya.

Dirinya berharap, kehidupan masyarakat antar umat beragama di Bangka Belitung dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat meminimalisir gesekan-gesekan yang nantinya mengarah pada ancaman perpecahan di kehidupan sosial masyarakat.

"Harapan kita semua tentu semuanya tentram, aman, damai dan rukun, untuk itu, marilah menjadi bijak dalam menyikapi isu-isu dan juga menggunakan media sosial, para orang tua harus intens mengawasi perkembangan anak yang saat ini sudah sangat familiar dengan gadget. Pilih informasi yang benar-benar dari sumber terpercaya dan jangan mudah menebarkan maupun terjebak ke dalam isu-isu perpecahan di kehidupan bermasyarakat, karena kalau daerah Aman, negara Aman, kita lah yang Senang," pungkas sosok yang pernah bertugas menjadi Kasi Intelijen di Kejari Binjai ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved