Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kebutuhan Cabai Rawit di Bangka Belitung Sebanyak 2.989 Ton, Harganya Naik Ternyata Ini Penyebabnya

Ernawati, mengatakan,  kebutuhan cabai rawit di Bangka Belitung pada 2020 sebesar 2.989,65 ton. 

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
Tribunnews/Jeprima
Kebutuhan cabai rawit di Bangka Belitung Sebanyak 2.989 ton, Harganya Naik Ternyata Ini Penyebabnya 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Seksi Distribusi, Harga dan Cadangan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan, Provinsi Bangka Belitung, Ernawati, mengatakan,  kebutuhan cabai rawit di Bangka Belitung pada 2020 sebesar 2.989,65 ton. 

"Untuk ketergantungan cabai rawit dari luar babel sebesar 60 persen, kemampuan produksi dari dalam Babel untuk pemenuhan kebutuhan sendiri sebesar 40 persen," jelas Ernawati kepada Bangkapos.com, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, peningkatan kebutuhan cabai rawit di Bangka Belitung terjadi menjelang hari besar keagamaan nasional seperti menyambut puasa, Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, tahun baru dan lainya.

"Kemudian untuk daerah penyuplai cabai rawit ke Babel itu berdasarkan informasi dari distributor berasal dari Jakarta, Sumbawa dan Sumsel. Kenapa terjadinya kenaikan harga sekarang, itu karena akibat berkurangnya pasokan cabai rawit dari luar Babel yang diakibatkan karena perubahan cuaca," ungkap Ernawati.

Ditambah lagi kondisi saat ini bencana banjir yang terjadi di daerah sentra produksi yang menyebabkan gagal panen dan terganggunya transportasi karena banjir.

"Termasuk kondisi gelombang tinggi yang menyebabkan kapal pengangkut cabe rawit dari luar Babel tidak dapat bersandar di pelabuhan sehingga harus dibantu oleh kapal tongkang sehingga menyebabkan penambahan biaya transportasi," beber Ernawati.

Ia menegaskan potensi cabai rawit lokal Bangka Belitung memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya baik untuk pasar lokal dan pasar luar lokal dengan penggunaan varietas unggul, tekhnologi usaha tani yang baik.

Sementara, Kepala Disperindag Babel, Sunardi, mengatakan, berdasarkan keterangan dari H Awi salah satu distributor cabai di Pangkalpinang, untuk cabai merah besar persediaannya sampai saat ini masih stabil karena disupport oleh cabai lokal.

"Walaupun saat ini harga eceran di pasar masih berkisar antara Rp 40.000 sampai Rp 50.000/kg. Sedangkan untuk cabai rawit memang mengalami kelangkaan, hal ini disebabkan oleh banyaknya petani yang gagal panen akibat cuaca ekstrem," ujar Sunardi.

Selain itu, menurutnya jalur distribusi saat ini juga terhambat karena adanya bencana longsor di beberapa titik jalur distribusi di pulau Jawa serta banjir yang terjadi di Jakarta. 

"Saat ini harga cabai ditingkat pengecer berkisar Rp 100.000 sampai dengan Rp 120.000," kata Sunardi. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved