Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pemkab Bangka Tengah Tetapkan HET Gas Elpiji Subsidi 3 Kg R p19.000, Ini Sasaran yang Berhak

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg Rp 19.000 untuk radius (jarak) 60 kilometer.

dok/Bangkapos.com
Tabung gas 3 kg di SPBE Air Mesu 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg Rp 19.000 untuk radius (jarak) 60 kilometer dari titik pusat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Perdagangan Disperindag Bangka Tengah, Royter.

Ia mengatakan harga tersebut telah disepakati berdasarkan hasil rapat koordinasi dan sosialisasi penyesuaian HET elpiji 3 kg di  Bangka Tengah.

"Untuk HET elpiji 3 kg ini kemarin kita sudah rapat koordinasi dan telah disepakati harga tersebut. Harga ini merupakan HET baru di tahun 2021 dengan radius 60 kilometer, yang mana patokannya dari Semabung," kata Royter, Rabu (23/2/2021).

Sementara untuk harga eceran gas elpiji 3 kg di luar radius 60 kilometer ini masih diusulkan dan didiskusikan lebih lanjut.

"Untuk kawasan di luar radius 60 kilometer ini akan kita usulkan nanti harga ecerannya, misalkan contohnya yang masih menjadi pertimbangkan dan lebih dari radius 60 kilometer ini Lubuk Besar, Beriga, dan Tanjung Pura. Sedangkan untuk wilayah lainnya masih mencangkup radius tersebut," ungkapnya.

Royter mengatakan total agen penyalur gas elpiji di Bangka Tengah saat ini sebanyak 147 agen yang tersebar di berbagai daerah.

"Untuk agen besarnya ada 2 sedangkan agen penyalurannya ada 147 di Bangka Tengah," sebutnya.

Menurut Royten, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg ini berlaku untuk semua agen dengan radius 60 kilometer.

"Ini merupaka HET terbaru pada 2021 dan juga sudah disepakati se Bangka Belitung,"ucapnya.

Hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan dan validasi data terkait penerima yang ber hak mendapatkan gas elpiji 3 kg.

"Untuk usulan masih kita diskusikan. Di mana untuk gas elpiji ini kita fokuskan ke empat sasaran yakni masyarakat rumah tangga yang kurang mampu, pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan yang nantinya ini akan mendapatkan kartu," kata Royten.

"Jadi saat ini kita masih mendata mulai dari desa yang nantinya akan dipadukan ke kecamatan dan akan diusulkan langsung biar tidak ada gejolak dan kekurangan gas lagi. Di mana kadang-kadang di lapangan langkah sedangkan penyalur di kita ini ada," ungkap Royter.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved