Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pol PP Akui Sering Kucing-kucingan dengan Pekerja Seks Komersial

Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran mengakui, sejak satu minggu terakhir kerap kali kucing-kucingan dengan

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
Bangkapos.com/Rizky
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pangkalpinang Efran 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja(Kasatpol PP) kota Pangkalpinang Efran mengakui, sejak satu minggu terakhir kerap kali kucing-kucingan dengan para pekerja seks komersial (PSK) di dua Lokalisasi Telukbayur dan Paritenam.

Kata Efran, sejak satu minggu ini setiap timnya datang kelapangan dua lokalisasi tersebut sering kali sudah dikosongkan.

"Pol PP sebetulnya kan memang sudah memberikan SP (surat peringatan -red), tapi mereka ini sudah banyak tidak ditempat, mereka kucing-kucingan dengan kita Pol PP, kadang tidak ada ditempat kalau kita datang," kata Efran kepada Bangkapos.com, Rabu (24/2/2021).

Menurutnya, kerap kali ditemukan kedua lokalisasi tersebut masih beroperasi, namun ketika didatangi Tim Pol PP tidak ada di lokalisasi.

"Mereka kalau kita datangi menghilang, posisi mereka ini tidak lagi ada di lokasi itu, kami sudah mengecek setiap hari, tapi mereka main kucing-kucingan," sebutnya.

Kata Efran, pihaknya sedang mencari waktu lengah pihaknya akan siap menggerebek kedua lokalisasi itu.

"Kita tunggu waktu lengah mereka, akan kita gerebek dadakan nanti, namun ini sering bocor mereka tiba-tiba menghilang," jelasnya.

Dia menyebutkan, Pemkot tidak pernah membuka lokalisasi tersebut, jadi mau tidak mau harus ditertibkan.

"Lokalisasi itu sudah lama berdiri dan Pemkot tidak pernah membuka itu, jadi kita tetap berupaya untuk tetap menertibkan itu, kita tidak ingin ada kegiatan prostitusi atau penyakit masyarakat itu di Kota Pangkalpinang ini," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina mengatakan, anggaran Rp200an juta lebih, yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang, sudah bisa digunakan.

Kata Rika, hingga kini pihaknya masih menunggu tindakan dari instansi terkait penindakan di kedua lokalisasi tersebut.

"Anggaran sudah siap, tidak bisa kami cairkan kalau kegiatannya belum dijalankan. Intinya kami sudah siap mencairkan sesuai kebutuhan, ada berapa yang dipulangkan misal 10 dulu 10 itu yang kami cairkakam dulu," kata Rika kepada Bangkapos.com, Selasa (23/2/2021). ( Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved