Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tetap Semangat Berjualan Gorengan Hingga Dini Hari, Yulianto Raup Untung Lumayan

okasi terlama Yulianto berjualan adalah di depan Museum Timah, sampai-sampai orang-orang menyebut lapak gorengannya dengan sebutan Gorengan Museum.

Bangkapos.com/Widodo
Yulianto (51) penjual gorengan di Jl Kampung Melayu dekat Pasar Pagi Kota Pangkalpinang, Selasa (23/2/2021) malam. 

"Soalnya sekarang kita tahu kebutuhan sehari-hari harganya naik, belum lagi masalah Covid-19 belum selesai. Kami pun harus tetap semangat berjualan sampai pukul 01.00 WIB," ungkapnya.

"Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, pukul 22.00 sampai 23.00 WIB kami sudah tutup, tapi karena sekarang lebih sepi dan bahan-bahannya mahal harus rela berjualan sampai jam segitu," tambahnya lagi.

Kendati berjualan sampai dini hari, Yulianto dan istrinya mendapatkan keuntungan bersih dari jualan gorengan rata-rata Rp200.000 per harinya.

"Pendapatan bersih mencapai Rp200.000 sudah Alhamdulillah. Saat ini hanya bisa bertahan sajalah," terangnya.

Namun, dia menceritakan, lapak atau tempat yang ia pakai untuk berjualan gorengan itu dibayar Rp 800.000 ke pemiliknya.

"Tempat ini kami sewa untuk berjualan gorengan, per bulan kami bayar Rp800.000 ke pemiliknya," sebutnya.

Yulianto menceritakan memiliki dua anak yang berusia 28 tahun dan 8 tahun masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar.

(Bangkapos.com/Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved