Breaking News:

Berita Bangka Barat

Kadis PUPR Bangka Barat Mengaku Kepikiran Pembangunan Daerah Terhambat, Sampai Minta Bersinergi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat Suharli mengaku tak bisa tidur nyenyak.  

Dok. pribadi
Kepala PUPR Kabupaten Bangka Barat, Suharli, saat menghadiri rapat koordinasi pembukaan akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Ular. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangka Barat Suharli mengaku tak bisa tidur nyenyak.  

Pihaknya telah menyerahkan ke Kanwil Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangka Belitung, data dan dokumen yang dibutuhkan untuk kegiatan pembukaan akses jalan Pelabuhan Tanjung Ular.

Akan tetapi, dokumen dan data terkait pembukaan akses jalan dikembalikan tanpa tanda terima dan keterangan oleh pihak Kanwil BPN Bangka Belitung.

Pengerjaan pembangunan jalan ini nantinya akan dikerjakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Kemari sudah seluruh data yang sudah diseleksi, sudah dikoreksi dibawa ke Kanwil (BPN)," Kata Suharli menjelaskan, Kamis (25/2/2021).

“Maksud kita tolong diterima dulu, nanti dibicarakan apa yang kurangnya. Tolong kasih tahu nanti kita perbaiki lagi. Ternyata di sana dipanggil lagi disuruh bawa pulang. Tidak ada tanda terima, dipulangkan, belum lengkap.”

Suharli yang juga ikut hadir di rapat koordinasi terkait pembukaan akses jalan bersama unsur terkait beberapa waktu lalu ini, juga sangat menyayangkan pemulangan dokumen itu.

"Kita bingung, terus terang saja saya tidak bisa tidur mikirkan ini. Karena kegiatan kita bukan hanya TMMD, banyak kegiatan lain harusnya. Maksud kita supaya sinergilah, yang lain juga support, ini kan untuk pembangunan daerah," ucapnya.

Suharli berharap, proses pembukaan jalan ini dapat berjalan baik dan lancar. Untuk itu Ia menginginkan semua pihak dapat bersama-sama memuluskan proses pengembangan daerah bersangkutan.

Dia mengungkapkan, selaku Kepala Dinas PUPR di Bangka Barat, dia juga akan terus berkomitmen berjuang mewujudkan pengembangan daerah untuk Bangka Barat.

"Kami harus berjuang untuk Bangka Barat, walaupun saya domisili di Pangkalpinang, karena tugas saya di sini. Saya pernah di Toboali buka jalan dua jalur. Ketika saya balik ke sana ada rasa kebanggaan. Rasa itu yang tidak bisa dinilai," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved