Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular Gunakan Dana SBSN Rp108 Miliar, Buka Akses Jalannya Rp25 Miliar

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular di Desa Airputih, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, direncanakan akan menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara

bangkapos.com
Kepala Bappeda Babar, Muhammad Effendi. (Bangkapos.com/Ramandha) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Pembangunan Pelabuhan Tanjung Ular di Desa Airputih, Kecamatan Muntok, Bangka Barat, direncanakan akan menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp108 milar. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Effendi, Kamis (25/2/2021).

Ia melanjutkan, setelah berlangsungnya proses lelang, nilai proyek pembangunan sendiri menjadi sebesar Rp94 miliar, batas waktu pembangunan pelabuhan tersebut hingga 31 Desember 2022 mendatang.

"Pembangunan (pelabuhan) Tanjung Ular itu menggunakan dana SBSN, kurang lebih Rp108 miliar, multi years dan harus sudah terbangun (rampung -red) 31 Desember 2022," jelas Effendi.

"Untuk tipenya, pengumpan lokal, sementara, hasil dari lelang di papan itu, tertera Rp94 milyar, menggunakan dana dari pusat," tambahnya.

Sementara itu, hingga saat ini, pembukaan akses jalan yang melewati tiga desa sedang dilaksanakan oleh Kodim 0431 Bangka Barat, melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 110.

Menurutnya, keberadaan jalan menuju pelabuhan terkait, sebelumnya memang dinilai sangat sulit dan terjal. Untuk itu, pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangka Barat bekerja sama dengan Kodim 0431 untuk menyiapkan lahan menggunakan dokumen detail engineering design (DED).

Seiring adanya DED, dikatakan Effendi, maka dapat disatukan dengan Program TMMD milik TNI.

"Jalan dari Tanjung Ular ke Desa Airlimau itu, kebetulan TNI juga mempunyai Program TMMD. Disatukan lah Program TMMD dengan kita yang punya dokumen DED dan dianggarkanlah dengan APBD kita untuk membuka akses jalan baru, senilai Rp2,5 miliar," katannya.

Dia juga menyampaikan, dalam proses pembukaan akses jalan ini sendiri, peran Pemprov Bangka Belitung, yakni perihal izin pinjam pakai kawasan hutan.

"Pada tahap awal ini pengerjaan jalan tersebut baru sebatas pembukaan lahan (hutan produksi) saja. Setelah itu proses pengerasan dan pengaspalan," katanya. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved