Minggu, 26 April 2026

PLN Air Anyir Pasok 75 Persen Listrik Pulau Bangka

Pasokan listrik Pulau Bangka 75 persen diproduksi di Kawasan Terpadu PLN Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka

dokumentasi bangkapos.com
Gardu Induk di Kawasan Terpadu PLN di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. DI kawasan ini ada tiga pembangkit (PLTU, PLTG dan PLTD) yang dioperasikan untuk memasok 75 persen listrik pelanggan di Pulau Bangka. Foto diambil Senin (22/2/2021) 

PLN Air Anyir Pasok 75 Persen Listrik Pulau Bangka

* Pulau Celagen Teraliri Listrik 24 Jam

BANGKAPOS.COM - Pasokan listrik Pulau Bangka 75 persen diproduksi di Kawasan Terpadu PLN di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Di area seluas 30 hektar ini terdapat lebih dari satu sumber energi di antaranya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). 

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) PLN Wilayah Bangka Belitung I Made Harta Yasa menjelaskan kawasan ini memang dibangun secara bertahap.

PLTU menjadi pembangkit pertama yang dibangun di kawasan yang terletak di dekat pantai ini.

“Di sini menjadi sebuah kawasan terintegrasi atau terpadu. Untuk Bangka disupplai kurang lebih hampir 75 persen (listrik). Kebutuhan energi listrik yang ada di Pulau Bangka dari sini,” kata Made kepada Bangka Pos, Senin (22/2/2021).

PLTU Air Anyir kata Made memiliki kapasitas 2x30 mw.

Setelah itu berkembang dan dibangun PLTG mobile power plan dengan kapasitas 2x25 mw untuk menambah kapasitas suplai listrik.

Demi memberikan kenyamanan pelayanan dalam hal pasokan listrik, lalu ada pembangkit-pembangkit lain seperti  PLTD berkapasitas 18 mw direaliasasikan.

PLN kini mempunyai lokasi pengaturan operasi sistem yang mengatur bagaimana pembangkit setelah operasi kemudian energi listriknya disalurkan ke masyarakat.

“Setelah itu (PLTU) dibangun paralel bersamaan dengan itu juga dibangunlah fasilitas yang dinamakan transmisi gardu induk di lokasi ini. Transmisi dan gardu induk ini adalah sebuah fasilitas yang digunakan untuk menyalurkan energi yang dihasilkan oleh PLTU kepada pelanggan, kepada pusat-pusat beban (kalau bahasanya di PLN),” jelas Made.

Pada perjalanan berikutnya selain PLTU, PLTG dan PLTD ada gardu induk dan kemudian transmisi itu adalah tower-tower yang tinggi kebetulan kalau diluar itu disebut dengan sutet kalau disini saluran udara tegangan tinggi (SUTT) bertegangan 150 kv.

“Kalau sutet kan sampai 500 kv kita cukup tegangan 150 kv tapi sudah sangat tinggi ya. Bayangin kalau di rumah aja tegangannya 220 volt, jadi berapa kali lipatnya. Makanya disini area terbatas,” terang Made.

Gardu Induk di Kawasan Terpadu PLN di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. DI kawasan ini ada tiga pembangkit (PLTU, PLTG dan PLTD) yang dioperasikan untuk memasok 75 persen listrik pelanggan di Pulau Bangka. Foto diambil Senin (22/2/2021)
Gardu Induk di Kawasan Terpadu PLN di Desa Air Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. DI kawasan ini ada tiga pembangkit (PLTU, PLTG dan PLTD) yang dioperasikan untuk memasok 75 persen listrik pelanggan di Pulau Bangka. Foto diambil Senin (22/2/2021) (dokumentasi bangkapos.com)

Tantangan Terbesar

Di kawasan terpadu Air Anyir ini ada lebih dari satu pembangkit listrik.

Mulai dari PLTU, PLTG dan PLTD. Semuanya membutuhkan perawatan terkooordinir baik dan rutin sehingga tidak terjadi gangguan yang menghambat suplai listrik ke pelanggan.

“Untuk semua fasilitas tersebut ada namanya memang pemeliharaan rutin harian kemudian ada juga mingguan yang berkala sifatnya, Sampai ada yang tahunan. Nah ini tadi yang di gardu induk saya perlihatkan pada pak Edy kita lagi melaksanakan pemeliharaan tahunan. Dan khusus untuk di Air Anyir ini kita sedang melaksanakan pemeliharaan by penghantar namanya atau kabel konduktor. Jadi kita sebutnya penghantar dengan tegangan 150 kv maka akan melakukan pemeliharaan peralatan pendukungnya. Ke peralatan-peralatan salurannya karena akan menyalurkan energi listrik ke palanggan. Hari ini kawan-kawan saya dari unit layanan transmisi gardu ini yang khusus memang melakukan pemeliharaan di by penghantar lain 1 lain 2 dari Air Anyir Sungailiat. Jadi yang dipelihara ini adalah jalur Air Anyir ke Sungailiat,” papar Made.

Made menyebutkan perawatan tidak dilakukan secara bersamaan melainkan bergantian dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya.

“Tidak dilakukan secara bersamaan karena ada waktu-waktunya sendiri. Jadi pemeliharaan yang hari ini dilaksanakan di Air Anyir tidak dilaksanakan di tempat lain. Karena sudah ada waktunya secara bergantian,” ujar Made.

Saat pemeriharaan, PLN tidak serta merta melakukan pemadaman listrik ke pelanggan.

Hal ini dikarenakan PLN memiliki cadangan pembangkit yang bisa dioperasionalkan untuk menjaga pasokan listrik ke pelanggan tetap terjaga.

Kalaupun ada terjadi pemadaman besar kemungkinan bukan karena agenda pemeliharaan rutin.

“Kalaupun ada kondisi tertentu suplai listrik terganggu itu betul-betul memang kondisinya tidak ada jalur yang bisa diamankan misalnya ada gangguan seperti kabel putus tertimpa pohon, kena benang layang-layang yang berakibat pada kerusakan jalur distribusi listrik. Besar kemungkinan pasokan listrik ke pelanggan terganggu dan itu biasanya sektoral artinya di wilayah itu saja,” jelas Made.

“Alam adalah tantangan terbesar kita,” tambah Made.

Made menilai intensitas petir di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi.

Untuk itu, bagi pelanggan hendaknya lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan penggunakan listrik meskipun di rumah.

“Jangan main-main dengan listrik karena listrik di rumah juga sangat berbahaya. Selalu berhati-hati dan kalau ada gangguan, ada kerusakan, ada keluhan sampaikan. Sekarang kita punya PLN new mobile , pengaduan bisa disana. Tambah daya juga bisa, tinggal pakai aplikasi, pake hp. Memang perlu registrasi dulu ya. Kita mengikuti perkembangan zaman dan mendekatkan PLN dengan pelanggan. Aplikasi ini tinggal di download,” papar Made.

Terkoneksi Satu Pulau

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, PLN membangun gardu-gardu lain yang tersebar di beberapa titik di antaranya Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang.

Jaringan listrik ke semuanya terkoneksi satu pulau melalui saluran udara tegangan tinggi.

“Seperti sekarang sudah tersambung semua, tahun-tahun dulu belum. Semunya terhubung lewat saluran udara tegangan tinggi dan sini (kawasan terpadu Air Anyir) jadi sumbernya, ke arah Sungailiat (Kabupaten Bangka) kita sudah ada gardu induk Sungailiat. Kemudian dari sini ke arah Pangkalpinang di Kampak ada gardu induk. Kemudian dari Pangkalpinang ke Selatan ada gardu induk Koba. Ujung Selatan ada gardu induk di Toboali. Di sebelah Barat dari Pangkalpinang ke arah Kelapa, Sebelah ujung Barat kemudian lanjut ke Muntok. Jadi semua telah terkoneksi/tersambung semua lewat saluran udara tegangan tinggi. Kehandalan suplai bisa kita tingkatkan kualitas tegangannya pun bisa sangat baik meskipun ada banyak pelanggan yang berada jauh lokasinya,” terang Made.

PLN terus berbenah dan mengembangkan diri untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan

Made mengatakan program mengaliri listrik pelanggan di pulau-pulau terluar Bangka Belitung sudah dijalankan.

Bahkan ada pulau yang telah teraliri listrik 24 jam.

Artinya, penerangan yang dirasakan pelanggan di darat sudah bisa dirasakan serupa.

“Kalau di kepulauan itu memang sistemnya terpisah. Kecuali kita punya lokasi di Lepar Pongok. Nah Lepar Pongok ini sudah dibangun 2014 itu kabel laut, antara Sadai ke Lepar Pongok ini di suplai dari daratan. Dengan catatan kualitas dan kehandalan harus terjaga. Sebagai contoh di Desa Celagen Kecamatan Kepulauan Pongok Bangka Selatan sudah teraliri listrik 24 jam. Desa berpenduduk 1.317 orang yang ada di seberang Pulau Pongok ini pun sudah merasakan listrik 24 jam menyala (sebelumnya 12 jam saja),” terang Made. (Bangkapos.com/Edy Yusmanto/mg)

Kapasitas Kawasan Terpadu PLN di Air Anyir

PLTU 2x30 mw

PLTG 2x25 mw

PLTD 18 mw

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved