Breaking News:

Berita Pangkalpinang

DJPb Bangka Belitung Gelar Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5 M dan Vaksinasi Covid-19

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembedaharaan (DJPb) Bangka Belitung menggelar Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5 M

Bangkapos.com/Widodo
Foto screenshot video live streaming Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5M dan Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh DJPb Bangka Belitung pada Jumat (26/2/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembedaharaan (DJPb) Bangka Belitung menggelar Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5 M dan Vaksinasi Covid-19 dalam rangka Hari Bakti Pembedaharaan ke-17, Jumat (26/2/2021).

Kegiatan tersebut menghadirkan Fahma Sari Fatma Kakanwil DJPb Provinsi Babel, dengan narasumber Rita Agustina dari Dinkes Provinsi Bangka Belitunl, dr Rejeki Andayani Rahayu Dokter Banyumanik Semarang yang dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom.

Talkshow tersebut akan membahas gerakan 5M dan serba serbi seputar Vaksinasi Covid-19.

Kakanwil DJPb Provinsi Babel Fahma Sari Fatma berterimakasih atas terlaksananya kegiatan ini, sebab kegiatan seperti ini sangat penting demi melewati masa pandemi dengan selamat.

"Walaupun Covid-19 terjadi sudah cukup lama namun di masa pandemi ada peluang yang baik yang bisa kita lakukan. Ketakutan atau kekhawatiran kita bisa dikelola dengan menambah pengetahuan dan pengawasan kita," kata Fahma.

Foto screenshot video live streaming Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5M dan Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh DJPb Bangka Belitung pada Jumat (26/2/2021)
Foto screenshot video live streaming Talkshow Perbendaharaan Sehat Gerakan 5M dan Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh DJPb Bangka Belitung pada Jumat (26/2/2021) (Bangkapos.com/Widodo)

Rita Agustina dari Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung mengatakan bagi yang sudah melaksanakan vaksinasi bukan berarti bebas dan aman, tetap saja harus melaksanakan protokol kesehatan 5M.

"Menggunakan masker walaupun sudah divaksin, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas atau pergerakan kita dan terakhir menghindari kerumunan itu yang paling penting," jelasnya.

"Tujuan dari vaksinasi itu sendiri adalah untuk mencapai kekebalan kelompok dan untuk mencapai kekebalan masyarakat. Jadi besar harapan kami masyarakat tidak takut ketika mendapatkan kesempatan buntuk divaksin," pintanya.

Dia berharap dengan hadirnya vaksin ini perlahan-lahan bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

dr Rejeki Andayani Rahayu, Dokter Banyumanik Semarang melalui via zoom menjelaskan virus Covid-19 ini bertahan terhadap orang yang mengalaminya dan memiliki kemampuan untuk bermutasi diri.

Terkait vaksinasi, dr Andayani belum bisa memastikan seberapa efektif vaksin ini untuk mencegah terjadinya penularan kembali dengan orang yang sama dan meniadakan virus ini sendiri tetapi ada di beberapa negara bahkan di Indonesia orang yang sudah terkena covid-19 satu bulan selanjutnya kembali tertular.

"Artinya apa, tidak ada antibodi yang pas untuk meniadakan langsung virus ini, namun harapannya dengan imunisasi ini sudah dikenalkan bentuk virus sehingga apabila terkena hanya ringan saja," ucapnya.

"Seperti yang dijelaskan boleh narasumber pertama bahwa apabila masyarakat atau penduduknya sudah 70 persen mengalami vaksinasi maka bari bisa mencegah penularan perkembangan dari covid-19," lanjutnya.

( Bangkapos.com / Widodo ) 

Penulis: Widodo
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved