Breaking News:

Berita Bangka Barat

Satgas Covid-19 Babar, Mulai 1 Maret Berlakukan Positif Antigen Tidak Harus Lakukan PCR

Mulai tanggal 1 Maret 2021, setiap pemeriksaan rapid Antigen positif sudah dapat diklasifikasikan sebagai kasus konfirmasi Covid-19.

(Ist Satgas)
Bagan tindaklanjut pemeriksaan penanggulangan Covid-19 Bangka Barat 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Informasi terkait Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/MENKES/446/2021 tentang penggunaan Rapid Test Antigen sebagai pemeriksaan Covid-19 di daerah disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Penanggulangan Covid-19 Bangka Barat, Putra Kusuma, Sabtu (27/2/2021). 

Kepada Bangkapos.com, Putra menyampaikan, terdapat 3 kriteria berdasarkan perhitungan waktu pengiriman sampel dan diterimanya hasil pemeriksaan sampel serta ada tidaknya gejala, dari hasil rapid Antigen, yaitu kriteria A, B dan C.

"Untuk wilayah Bangka Barat telah disepakati, masuk ke dalam kriteria B dan sifatnya dinamis," jelasnya.

Hal Ini dikatakannya, menyesuaikan dengan kondisi yang ada seperti halnya suatu daerah bisa saja berada dikriteria A, B dan C. Hal ini juga sesuai surat dari Kadinkes Babar ke Kadinkes Provinsi Bangka Belitung Nomor 800/808/dinkes/2021.

"Surat itu tentang penentuan kriteria dalam penggunaan (rapid) Antigen sebagai diagnostik Covid-19," katanya.

Untuk itu, Jubir Satgas Covid-19 Bangka Barat ini menyebutkan, mulai tanggal 1 Maret 2021, setiap pemeriksaan rapid Antigen positif sudah dapat diklasifikasikan sebagai kasus konfirmasi Covid-19.

Sementara itu, bagi kontak erat, bergejala dan suspek tanpa perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan PCR.

Tindak lanjutannya sendiri, dapat dilakukan tatalaksana kesehatan masyarakat, sesuai pedoman konfimasi Covid-19 yang berlaku.

"Namun, apabila kasus kontak erat atau suspect bergejala, dan hasil rapid Antigennya negatif, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan test PCR," ungkapnya.

Lebih lanjut, untuk kasus tidak bergejala (OTG) dengan konfirmasi Antigen positif tetap akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR sebagai hasil akhir diagnostik.

Kriteria asimtomatik, dikatakannya, termasuk bagi orang yang berkeperluan melakukan rapid Antigen untuk perjalanan, masuk ruang operasi, masuk rumah sakit dengan rawat inap, keperluan pekerjaan yang sebelumnya tidak terdeteksi adanya kontak dengan kasus konfirmasi.

"Penekanannya, apakah orang tersebut kontak erat, bergejala atau suspek. Ini dalam menentukan arah tatalaksana (penanggulangan) selanjutnya. Hal ini disampaikan agar masyarakat luas dapat mengetahui penyesuaian metode diagnosis Covid-19 di sini," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved