Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Banyak Pedagang Eksploitasi Anak di Simpang Lampu Merah, Dijaring Dinas Sosial Tapi Muncul Lagi 

Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina, menyebutkan, pihaknya sudah sering kali melakukan penertiban pedagang yang melibatkan anak-anak

bangkapos.com
Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina, menyebutkan, pihaknya sudah sering kali melakukan penertiban pedagang yang melibatkan (eksploitasi) anak-anak di setiap lampu merah di  Pangkalpinang.

Penertiban dilakukan bekerja sama dengan instansi terkait.

Diakui Rika, setiap kali ditemukan selalu ada orang tua yang menunggu anak-anak itu di pinggir jalan, sementara yang menjajakan jualan di lampu merah adah anak-anak.

Menurutnya, setiap kali ditangkap oknum tersebut selalu berdalih kesulitan ekonomi ingin mencari nafkah.

"Setiap kami jaring orangtuanya menandatangani pernyataan tidak melakukan pengulangan kembali, tapi selalu masih mengulangi setiap kami tangkap mereka beralasan kesulitan ekonomi dan ingin mencari nafkah," kata Rika kepada Bangkapos.com, Minggu (28/2/2021).

Kata Rika, pihaknya bukan melarang untuk berjualan mencari nafkah tapi berjualan lah pada tempatnya yang tidak mengganggu lalu lintas, apalagi yang membahayakan anak-anak.

"Anak-anak itukan bukan untuk mencari nafkah, kami bukan melarang untuk mencari nafkah untuk makan, tapi pada prisipnya berjualan lah pada tempatnya, malah akan lebih baik itu dari toko ke toko gitu, bukan di pinggir jalan seperti itu, pertama membahayakan keselamatan anak yang perlu diperhatikan," ujar Rika

Sementara itu, pihaknya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan Pusat Pengembangan Anak (PPA) terkait masih adanya anak-anak yang dilibatkan untuk berjualan di setiap lampu merah kota.

"Kitakan kota layak anak nah bagaimana solusinya sementara anak-anak masih berkeliaran untuk berjualan di setiap lampu merah kota kita, setiap kali ditangkap diberi peringatan satu dua hari tidak ada nanti muncul lagi, nah ini sedang kita pikirkan solusinya seperti apa," jelas Rika. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved