Breaking News:

Video Eksotisme Pulau Medang Kota Kapur Dikelilingi Pantai Berpasir Putih dan Asri

Desa Kota Kapur yang terletak paling ujung atau terpelosok di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka ternyata memiliki potensi wisata pulau.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ternyata Desa Kota Kapur yang terletak paling ujung atau terpelosok di Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka ternyata memiliki potensi wisata pulau-pulau kecil dengan panorama keindahan uniknya, serta sumber daya perikanan yang masih besar dan potensial untuk dikembangkan.

Desa Kota Kapur ini sudah lama dikenal sebagai kawasan situs bersejarah jaman kerajaan bagi Pulau Bangka, karena di sini ditemukan prasasti Kerajaan Sriwijaya Palembang dikenal dengan nama Prasasti Kota Kapur.

Selain itu di sini juga ditemukan ada beberapa bekas benteng pertahanan, reruntuhan candi dan berbagai macam pecahan keramik jaman dahulu kala.

Usai kegiatan penyerahan bantuan CSR mesin tempel kepada kelompok petani madu Desa Kota Kapur di Kantor Pemdes Kota Kapur, rombongan Bupati Bangka Mulkan difasilitasi Kecamatan Mendo Barat dan Pemdes Kota Kapur menggunakan beberapa buah perahu nelayan diajak berwisata menuju Pulau Medang, Pulau Antu dan Pulau Trumbo terletak perairan laut depan muara Sungai Desa Kota Kapur.

Untuk menuju Pulau Medang yang merupakan pulau terbesar dan terluas di kawasan ini dimulai dari dermaga nelayan Desa Kita Kapur menaiki perahu pompong nelayan dibutuhkan waktu sekitar 30 menit bila kondisi cuaca sedang baik.

Keistimewaan Pulau Medang memiliki garis pantai yang cukup luas dan panjang dengan pasir yang putih bersih mengelilingi pulau apalagi dilihat pada saat air laut sedang surut jauh.

Pulau ini juga memiliki bebatuan namun tidak banyak serta memiliki bukit yang ditumbuhi pepohonan rindang dan besar-besar seperti pohon mangga, pohon perpat dan lainnya sehingga suasana menjadi sejuk dan udara bersih.

Dorsi, warga setempat mengungkapkan dulunya Pulau Medang ini didiami kakek neneknya asal Desa Mendo, karena itulah banyak pohon mangga tumbuh disini dan sudah besar-besar batang.

"Setelah mereka meninggal Pulau Medang ini tidak dihuni lagi, kalau kami datang kesini paling sedikit-sedikit membersihkan semak-semak belukar di atas bukit itu. Dulu ada juga pohon kelapa tetapi karena sudah tua lalu mati sendiri," kata Dorsi.

Dilanjutkannya kalau air laut sedang surut jauh dari Pulau Medang ini bisa berjalan kaki menuju Pulau Antu dan Pulau Trumbo.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved