Breaking News:

Belum Sarapan dan Begadang, 5 Wartawan Diobservasi Usai Suntik Vaksin Covid-19

Lima awak media diberitakan terkapar pasca penyuntikan vaksin covid-19, hingga harus diobservasi. Mereka mengelukan efek samping usai divaksin

Editor: khamelia
Bangkapos.com/jhoni kurniawan
ILUSTRASI--Direktur RSUD Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa saat melakukan vaksinasi tahap kedua, Kamis (11/2/2021). 

BANGKAPOS.COM - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi membantah informasi yang beredar di media sosial soal puluhan wartawan terkapar pasca- vaksinasi Covid-19 pada Jumat (26/2/2021).

Menurut Nadia, hanya ada lima orang wartawan yang diobservasi pasca-vaksinasi.

"Pasca-penyuntikan vaksin Covid-19 pada Jumat, terdapat lima awak media yang diobservasi karena merasa keluhan efek samping pasca-vaksinasi," ujar Nadia sebagaimana dikutip dari keterangan resminya lewat video kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Saat diperiksa lebih lanjut, kelimanya diketahui tidak sarapan dan makan siang sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Selain itu, mereka diketahui tidak cukup beristirahat pada malam hari sebelumnya.

"Meski begitu, kelima awak media tersebut saat ini telah kembali ke rumah masing-masing dan dalam kondisi sehat," tegas Nadia.

"Sehingga kami imbau awak media yang akan mendapatkan vaksinasi agar istirahat cukup dan sarapan sebelum mendatangi lokasi vaksinasi," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, vaksinasi Covid-19 tahap kedua telah mulai digelar sejak Rabu (17/2/2021).

Pada vaksinasi tahap kedua ini, pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi Covid-19 mencapai 38.513.446 orang yang terdiri dari 21,5 juta kelompok lanjut usia dan hampir 17 juta petugas pelayanan publik.

Awak media menjadi salah satu kelompok penerima vaksin Covid-19 untuk tahap kedua.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved