Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dana BOS Rp 900 Ribu, Kepsek Ini Akui Jumlah Tersebut Masih Kurang untuk Operasional Sekolah

Kepala Sekolah SD N 12 Kota Pangkalpinang, Puspa Anggraini mengungkapkan jumlah tersebut masih minim jika untuk biaya operasional sekolah

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Kepala SDN 12 Pangkalpinang, Puspa Anggraini. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mendapatkan alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 sebesar Rp 900 ribu, Kepala Sekolah SD N 12 Kota Pangkalpinang, Puspa Anggraini mengungkapkan jumlah tersebut masih minim jika untuk biaya operasional sekolah, Senin (01/03/2021).

"Mengenai dana BOS itu kalau ditanya cukup atau tidak kalau di lapangan itu tidak cukup, kalau Rp 900 ribu itu harus memenuhi delapan standar seperti sarana prasarana. Jadi kalau Rp 900 ribu tidak cukup kecuali sekolah tidak banyak kegiatan atau program, tapi bagi sekolah yang banyak ekstrakurikuler ya gak cukup," ujar Puspa.

Diketahui dana BOS yang diterima oleh SDN 12 Kota Pangkalpinang sejak dua tahun yang lalu masih tetap diangka Rp 900 ribu, dengan jumlah tersebut Puspa mengatakan butuh sekitar Rp 1,5 juta untuk menutupi seluruh operasional sekolah.

"Karena gak semua guru punya kemampuan di bidang ekstrakurikuler, artinya kita harus mengeluarkan honor untuk pelatih. Tapi untuk SD 12 tidak cukup, mungkin bisa cukup kalau anak itu Rp 1,5 juta. Karena kita tidak hanya memberikan pengetahuan, tapi juga kompetensinya," jelasnya.

Bahkan di tengah pandemi Covid-19 dimana sekolah melakukan pembelajaran dengan sistem daring, jumlah dana BOS tersebut masih belum cukup walaupun sekolah saat ini minim kegiatan seperti ekstrakurikuler.

"Kalau pengeluaran paling besar itu biaya ATK (alat tulis kantor), Wifi, terus juga token listrik juga sama. Terus juga kalau sekarang lagi pandemi kegiatan ekstrakurikuler ditiadakan, tapi dialihkan untuk bantu pulsa guru daring itu juga tidak cukup," ucapnya.

Lebih lanjut terkait iuran atau sumbangan dari orang tua murid, Puspa mengatakan mengalokasikan dana tersebut untuk kebersihan sekolah.

"Kebersihan juga harus kita terapkan, jadi kita ngambil petugas kebersihan. Jadi ini dibantu oleh sumbangan dari orang tua, jadi tidak kita batasi besaran sukarela sifatnya. Orang tua juga mendukung, jadi sistemnya gak setiap bulan. Kalau bulan ini kita minta dan terkumpulnya lebih dari gaji petugas, maka bulan kedepan kita gak minta lagi," tuturnya.

Sementara itu Puspa berharap selain adanya dana BOS daru pemerintah pusat, juga ada bantuan lain yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap dunia pendidikan.

"Harapan andaikan pemerintah pusat tidak ada anggaran, alangkah baiknya Pemkot menganggarkan untuk dunia pendidikan karena ini adalah pondasi dari apapun. Kalau orang pinter dan sehat maka negara akan maju, tapi kalau pondasi pendidikan sudah hancur yang sudah selesai," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved