Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dispensasi Pernikahan Dini Ditolak Pengadilan Agama, Ini Alasannya

Kantor Urusan Agama (KUA) tidak melayani pernikahan dini kecuali ada surat izin dispensasi yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Humas Pengadilan Agama, Kota Pangkalpinang, Hermanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Urusan Agama (KUA) tidak melayani pernikahan dini kecuali ada surat izin dispensasi yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama.

Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang mencatat data permohonan sidang dispensasi pada tahun 2019 ada 9 perkara (8 diputuskan dan 1 ditolak), sedangkan pada tahun 2020 ada 18 perkara (15 diputuskan dan 3 ditolak).

Humas Pengadilan Agama, Kota Pangkalpinang, Hermanto mengakui dari segi statistik dari tahun 2019 dibandingkan 2020, ada peningkatan permohonan sidang dispensasi.

"Dispensasi nikah ini ditolak karena tidak ada alasan yang cukup untuk menguatkan bisa diizinkan untuk pernikahan atau tidak ada alasan syar'i yang bisa kita kabulkan untuk dispensasi nikah," ujar Hermanto, Senin (1/3/2021).

Lebih lanjut, ia menyebutkan sejak diubah UU No 1 Tahun 1974 menjadi UU No 16 Tahun 2019 terkait usia minimal laki-laki dan perempuan menikah itu pada usia 19 tahun, maka naik pula permohonan sidang dispensasi pernikahan.

Hal ini menimbang dalam upaya menekan angka kematian ibu (dari segi fisik belum siap), stunting dan angka perceraian.

"Ketika UU ini dikeluarkan, maka ada aturan turunan yang agak ketat, untuk kita sampai pada tahap kita kabulkan, persyaratan sangat panjang harus ada surat keterangan dokter yang menyatakan sehat."

"Yang paling penting ketika mengizinkan pernikahan dibolehkan di bawah umur, kita melihat apa pintu darurat bisa sampai ke situ, kebanyakan karena sudah hamil di luar nikah," jelas Hermanto.

Perkara permohonan dispensasi dari pengajuan diproses, pengumpulan berkas administrasi dan diputuskan bisa memakan waktu rata-rata 15 hari kerja kalau data dan sanksi lengkap.

Bila dispensasi pernikahan ditolak maka pengaju permohonan tidak dapat menikah dikarenakan tak bisa dilayani KUA.

Pernikahan dini diakuinya rentan menimbulkan perceraian, pasalnya sekitar 80 persen dari keseluruhan kasus dialami oleh orang yang dalam usia pernikahan masih produktif (21 - 35 tahun).

"Bahkan orang yang lama, pernikahan awet, sementara malah yang muda-muda ini, dikit-dikit ke pengadilan," kata Hermanto.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved