Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kapolda Bangka Belitung Minta Semua Satker Periksa Senjata Api Anggota Setiap Minggu

Seluruh Kepala Satuan Kerja (Satker) di jajaran Polda Bangka Belitung, diminta melakukan pengecekan Senjata Api (Senpi) secara rutin.

Ist Kabid Humas Polda
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Seluruh Kepala Satuan Kerja (Satker) di jajaran Polda Bangka Belitung, diminta melakukan pengecekan Senjata Api (Senpi) secara rutin.

Pengecekan senjata api, minimal dilakukan, satu minggu sekali.

Pengecekan rutin ini, menyusul kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota kepolisian di kafe kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, baru-baru ini.

Dimana, insiden penembakan tersebut menewaskan tiga orang. Satu di antaranya prajurit TNI AD.

"Untuk senjata api terkait peristiwa di cengkareng, Kapolda menekankan seluruh Kasatker minimal setiap minggu harus mengecek senpi yang dipakai anggotanya," ujar Kabid Humas Polda Babel, Kombes Pol Maladi, di kantornya, Senin (1/3/2021) sore.

Tak hanya kepala Satker, namun pengecekan senpi personil juga dilakukan bersama Subdit Propam Polda Babel. Baik status kepemilikan, kebersihan hingga keberadaan senpi yang digunakan tersebut.

"Jadi setiap minggu itu harus dicek bersama dengan Propam Polda. Penggunaan, kebersihan dan keberadaan senjatanya dicek setiap minggu," bebernya.

Tak hanya soal kebersihan dan keberadaan senpi, namun psikologi pemegang senpi juga akan dikaji secara berkala. Tentunya, personil yang berhak memegang senpi telah melampaui sejumlah tahapan.

"Jadi nanti tidak hanya pengecekan unitnya saja, namun pemegang senpi ini nanti akan dites secara kejiwaan, layak atau tidak mereka memegangnya," sambung Maladi.

Menurut Maladi, pengecekan senpi secara berkala tersebut telah menjadi kegiatan rutin pihaknya. Namun, kasus penembakan di cengkareng, menjadikan penggunaan senpi menjadi perhatian Kapolda.

"Karena sebenarnya pengecekan semacam ini sudah sering kami lakukan, baiknya memang setiap minggu memang harus di cek, tapi pasca kasus cengkareng sekarang lebih ditekankan lagi," pungkasnya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved