Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penggunaan Dana BOS 2021, Dewan Pendidikan Babel Sarankan Sekolah Kedepankan Asas Manfaat

Jika selama ini basisnya adalah jumlah siswa, maka kebijakan terbaru kementerian adalah perlakukan tambahan afirmatif untuk sekolah kecil, tertinggal

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Pengamat Politik dan Dosen Ilmu Politik FISIP UBB Ibrahim 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Dewan Pendidikan Bangka Belitung, Dr Ibrahim mengatakan meningkatnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2021 pada daerah tertentu, pada dasarnya adalah peningkatan harapan untuk perbaikan kualitas pendidikan dan pemerataannya.

"Jika selama ini basisnya adalah jumlah siswa, maka kebijakan terbaru kementerian adalah perlakukan tambahan afirmatif untuk sekolah kecil, tertinggal, dan terluar.

Selain itu, ada fleksibilitas penggunaan. Jika dulu digunakan pembatasan persentase, saat ini kemendikbud memberikan keleluasaan sesuai dengan kondisi sekolah," ujar Dr Ibrahim, Senin (1/3/2021).

Menurutnya, keluhan selama ini selalu pada pembatasan alokasi sehingga sekolah terkunci untuk melakukan realokasi. Ini kebijakan yang populis dan merupakan jalan tengah untuk mendorong adaptabilitas anggaran dengan kondisi sekolah.

"Hanya saja, ada risiko yang mungkin menanti. Bahwa tak semua sekolah memiliki keluwesan yang sama karena soal SDM dan mentalitas. Kita tentu berharap setiap pengelola memahami aspek urgensi dan asas manfaat.

Tapi tak bisa dipungkiri bahwa selalu saja ada celah untuk melakukan penyimpangan dan standard idealitas SDM yang tidak sama akan menjadi salah satu tantangannya. Oleh karena itu, fleksibilitas penggunaan dana BOS harus diimbangi sosialisasi dan edukasi yang optimal," jelas Dr Ibrahim.

Ia menyarankan pihak sekolah harus mengedepankan asas manfaat, urgensi, dan kondisi eksisting.

Tantangan belajar dengan variasi sarana dan prasarananya akan menjadi tantangan untuk dikelola.

"Sekolah sebaiknya fokus pada pencukupan dukungan SDM dan fasilitas pembelajaran. Adaptasi teknologi menjadi formula yang harus didorong karena tantangan ke depan pasca pandemi adalah tetap menerima digitalisasi sebagai cara baru dalam pembelajaran," lanjutnya.

Diharapkan pihak sekolah membuka diri untuk memahami regulasi pengelolaan keuangan, juga menguatkan komitmen untuk menyerap anggaran dengan baik
dan benar.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita. 

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved