Breaking News:

Warga Kumpulkan Pundi Rupiah dari Penambang Laut Toboali

FENOMENA aktivitas tambang yang beroperasi di Laut Toboali, Bangka Selatan turut dijadikan oleh warga, ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Nelayan.

BANGKAPOS/JHONI KURNIAWAN
PEDAGANG DI SEKITAR PESISIR LAUT TOBOALI 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Fenomena aktivitas tambang yang beroperasi di Laut Toboali, Bangka Selatan (Basel) turut dijadikan oleh warga, ibu rumah tangga (IRT) di Kampung Nelayan, Kelurahan Tanjung Ketapang sebagai ladang untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Bermodalkan lapak yang tidak begitu besar, berukuran kurang lebih 2,5x3 meter di depan rumahnya, Puput menjajakan penganan yang dibuatnya ataupun menjual dagangan yang dititipkan oleh tetangganya.

Tak mewah memang jika diperhatikan lebih dalam, karena hanya berdinding terpal yang ditutup sebagian pada bagian dapur untuk memasak yang dilengkapi dengan alat-alat keperluan memasak.

Sementara itu kursi yang disediakan pun hanya kursi yang dibuat dari papan dengan permanen dan berdekatan dengan meja tengah dimana penganan dijajakan.

Di lapaknya, warga menjual aneka macam penganan seper­ti pempek, mie ikan, selada, rujak tahu yang semuanya merupakan makanan lokal daerah setempat.

Tak hanya itu, Puput yang berusia kurang lebih 37 tahun ini turut menjual aneka makanan dan minuman lainnya seperti mie instan, kopi seduh dan aneka minuman dingin serta jajanan lainnya.

Saat ditemui di lapaknya, Puput mengakui jika ia sudah memulai berdagang kecil-kecilan sebelum adanya aktivitas tambang yang beroperasi di Laut Toboali, namun setelah aktivitas tambang dimulai, dirinya merasakan adanya penambahan pendapatan.

“Sebelum ade tambang lah bejuel macem-macem kayak pempek, mie ikan, selado, rujak tahu kek laen, tapi sekarang Alhamdulillah lah beguyur karena ade urang begawe timah,” ujar warga dengan bahasa Toboali yang jika diartikan yaitu “Sebelum ada tambang yang beraktivitas, saya sudah jualan macam-macam penganan seperti pempek, mi ikan, selada, rujak tahu dan makanan-minuman lainnya, untuk sekarang Alhamdulillah bisa mengumpulkan uang sedikit-sedikit karena ada yang bekerja di tambang,” ujar warga.

Warga mengakui dengan adanya aktivitas tambang yang dilihatnya hampir setiap hari, dirinya mendapatkan sedikit keuntungan karena saat pulang bekerja, pekerja tambang mampir ke kedainya untuk mencari makanan ataupun minuman.

Warga mengakui sebelum adanya aktivitas tambang, dirinya berhasil mengumpulkan keuntungan mencapai Rp500 ribu, namun setelah ada­nya aktivitas tambang, dirinya berhasil meraih keuntungan sampai de­ngan Rp800 ribu.

Halaman
12
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved