Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gaji Sering Dirapel, Guru Honorer Ini Sempat Berutang untuk Penuhi Kebutuhan Hidup

Enam tahun menjadi guru dengan status honorer, Mulyadi (29) mengaku banyak lika-liku kehidupan yang sudah dia hadapi khususnya masalah keuangan.

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: El Tjandring
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Guru honorer olahraga SDN 15 Kota Pangkalpinang, Mulyadi.  

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Enam tahun menjadi guru dengan status honorer, Mulyadi (29) mengaku banyak lika-liku kehidupan yang sudah dia hadapi khususnya masalah keuangan.

Mulyadi yang kini mengajar olahraga di SDN 15 Kota Pangkalpinang, sudah menjadi tenaga pendidikan sejak 2014.

Bahkan Mulyadi pun sempat dibayar Rp700 ribu sebulan, kala awal-awal menjadi guru honorer.

"Suka duka sudah dirasakan, penghasilan pertama itu Rp700 ribu saya dapat selama tiga bulan. Waktu itu honor masih dibiayai oleh sekolah, menggunakan uang komite. Nah sekarang alhamdulillah lebih besar, karena ada perubahan guru honor dibayar oleh Dinas Pendidikan," ujar Mulyadi, Selasa (02/03/2021).

Dengan berbagai kebutuhan, Mulyadi yang pernah menerima gaji mulai Rp700 ribu, kini mendapatkan gaji Rp 2,2 juta mengungkapkan jumlah gaji tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi.

"Sebenarnya kalau dulu yang namanya manusiawi lah, jadi gak cukup tapi tergantung kita lah ngaturnya. Kalau sekarang Rp 2,2 juta ini juga, kalau pribadi sendiri gak ada keluarga ya cukup," jelasnya.

Namun walaupun gaji tersebut cukup, pria kelahiran Sungai Pasir, 10 Desember 1992 ini juga mengungkapkan sering berhutang akibat gajinya yang sering dirapel.

"Kalau ngutang pernah karena gaji kita kadang-kadang di rapel pemerintah, sedangkan kami ini cicilan banyak. Jadi jalan satu-satunya minjem jadi kalau gaji sudah dibayar, baru kami bayar hutang-hutang," jelasnya.

Walaupun Mulyadi tak memiliki hutang, namun dirinya tetap harus membayar biaya tambahan akibat dari dirapel gaji honorernya.

"Sekarang ini lagi di rapel sejak Januari, kalau sekarang gak ngutang walaupun banyak yang nelpon cicilan tapi tetap saya sampaikan untuk nunggu. Tapi ini kena denda, jadi ya dirapel ini bayar juga sama denda. Kita gak ngutang ke orang, tapi cicilan kalau udah lewat hari dan duitnya baru adanya kapan ya gaji rapel gak bayar hutang tapi bayar denda," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved