Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Lansia Ini Mengaku Kecewa Tak Jadi Disuntik Vaksin, Begini Ceritanya

Medasari (65), seorang lanjut usia (Lansia), Warga Kelurahan Temberan,  Pangkalpinang kecewa karena tak jadi menenerima vaksin jenis sinovac, hari ini

bangkapos.com
ILUSTRASI: Lansia memperlihatkan aplikasi PGM 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Medasari (65), seorang lanjut usia (Lansia), Warga Kelurahan Temberan,  Pangkalpinang kecewa karena tak jadi menenerima vaksin jenis sinovac, hari ini, Selasa (2/3/2021).

Medasari akrab disapa Meda itu terpaksa balik lagi ke rumah usai datang ke Puskesmas Airitam, dekat rumahnya pagi tadi.

Alasannya, ia tak bisa disuntik, lantaran dirinya diminta untuk mengumpulkan dulu 10 orang yang mau disuntik vaksin.

Padahal sudah sejak beberapa hari lalu ia meminta cucunya untuk mendaftarkan dirinya sebagai penerima vaksin Lansia di Kota Pangkalpinang.

Pendaftaran tak bisa Meda lalukan sendiri, sebab ia tak begitu paham menggunakan smartphone, karena pendaftaran harus melalui link yang disediakan Kemenkes.

Kata Meda, ia diminta Puskesmas untuk mengumpulkan dulu 10 orang yang siap divaksin bersama dirinya hari itu sebab satu botol vaksin itu bisa untuk 10 orang.

"Awalnya datang pertama ke Puskesmas dibilang suruh daftar online, saya minta cucu saya untuk daftar. Sudah didaftarkan dan kemarin infonya diberita sudah bisa vaksin di Puskesmas masing-masing, saya datang lagi hari ini dengan bawa KTP saja, malah diminta untuk cari 10 orang untuk divaksin sama-sama saya," kata Meda kepada Bangkapos.com, Selasa (2/3/2021).

Dia mengaku, sempat terheran-heran kenapa malah dirinya yang diminta untuk mencari Lansia yang mau ikut divaksin.

"Kata orang puskesmasnya tadi satu botol vaksin itu bisa digunakan untuk 10 orang, dan saya heran kenapa jadi saya yang diminta untuk mencari orangnya. Sementara yang daftar baru tiga orang berikut saya, saya diminta untuk cari 7 orang lagi," sesalnya.

Dalam rasa terpaksa, Meda akhirnya kembali pulang ke rumah tanpa menerima vaksin jenis sinovac itu.

"Katanya tidak bisa disuntik kalau belum 10 orang, kecewa sih iya cuma lebih ke heran saja kok malah saya yang disuruh cari. Padahal mestinya kan pihak Puskesmas bisa punya data berapa orang saja yang akan disuntik, ini kok baru tiga orang berikut saya," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, Selasa (2/3/2021) menyebutkan, berdasarkan aturannya satu vial (botol) vaksin itu memang bisa digunakan untuk 10 orang atau minimal delapan orang.

"Satu vial (botol) vaksin itu memang untuk 10 orang minimal delpan orang, sama seperti imunisasi biasanya. Karena batas terbukanya satu botol itu hanya tiga jam lebih dari itu tidak bisa lagi digunakan," kata Hakim kepada Bangkapos.com, siang tadi.

Hakim menyebutkan, Puskemas sedang membuat jadwal untuk vaksinasi Lansia tersebut .

"Nanti kita jadwal, misal di hari apa saja kalau diluar hari itu tidak bisa dilayani, dan itu sudah disusun puskesmas kita. Jadi tidak biaa datang satu langsung divaksin tunggu orang delapan minimal," ujarnya.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved