Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Patroli Sosial Dinsos Kota Pangkalpinang, Tindak Tegas Melanggar Perda Terancam Pidana Kurungan

Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina mengungkapkan akan terus melakukan penjaringan terhadap pengamen

bangkapos.com
Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, Rika Komarina mengungkapkan akan terus melakukan penjaringan terhadap pengamen, pemulung hingga anak-anak yang kerap berjualan di beberapa lampu lalu lintas di Kota Pangkalpinang, Selasa (2/3/2021).

"Sesuai peraturan daerah (Perda) nomor 7 tahun 2015, salah satu yang kami laksanakan adalah penjangkauan. Ini merupakan kegiatan dimana penjaringan kepada pengamen dan anak jalanan, ini kita lakukan karena melanggar perda. Untuk anak-anak juga bertentangan, dengan perlindungan anak," ungkap Rika Komarina kepada Bangkapos.com.

Guna menegakkan perda, Dinsos Kota Pangkalpinang diketahui telah menurunkan tim patroli sosial bekerjasama dengan Sat Pol PP Kota Pangkalpinang.

"Ini juga kegiatan patroli sosial terhadap PMKS, kita lakukan sebulan bisa empat kali. Ini yang kita lakukan beserta dengan Sat Pol PP, kita libatkan biar ada sinegritas antara penertiban dan penjaringan," ucapnya.

"Setelah mereka terjaring mereka akan kita data dan anak-anak itu, kita kembalikan ke orang tua. Untuk orang tua kita berikan pemahaman karena jangan sampai terjadi ekploitasi anak, karena anak tidak dalam pencari nafkah dan itu kewajiban orang tua,"  kata Rika.

Untuk patroli sosial Rika Komarina mengungkapkan terkait jadwal bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

"Ini sudah sering cuma intensitas yang berbeda, kalau sekarang kadang kami tutun tidak lagi ada jadwal nanti mereka ini bisa tahu. 2021 ini kita dapat di Januari ada tiga anak-anak, itu kita jaring dan kembalikan ke orang tua. Lalu februari kemaren dapat juga pemulung, artinya jangan sampai mereka memanfaatkan situasi untuk menarik orang memberikan sesuatu kepada mereka," jelasnya.

Lebih lanjut selain adanya langkah dari Pemkot Pangkalpinang, Rika berharap adanya peran masyarakat khususnya orang tua dalam menyelesaikan permasalahan sosial tersebut.

"Kita berharap orang tua berperan penting, karena mereka harus paham anak-anak bukan pencari nafkah. Mereka harus diberikan pendidikan yang baik, jangan memanfaatkan anak tapi perlakukan mereka selayaknya seorang anak," pesan Rika.

Dia  menegaskan terkait tindakan tegas yang dapat diberikan sesuai dengan Perda Nomor 7 tahun 2015 tentang penanganan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan.

"Kalau tindakan tegas sesuai dengan pasal 42 ayat 1, dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama enam bulan dan atau denda paling banyak Rp 50 juta," ungkap Rika. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved