Breaking News:

Ramai Soal Upah Cuti Karyawan Tidak Dibayar, Ini Penjelasan Kementerian Tenaga Kerja

Ramai Soal Upah Cuti Karyawan Tidak Dibayar, Ini Penjelasan Kementerian Tenaga Kerja

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ribuan Demonstran dari berbagai elemen mahasiswa, buruh dan masyarakat menggelar aksi menolak UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Jateng, Rabu (7/10/2020). Selain meneriakkan orasi, mereka membawa spanduk dan poster berisikan agar UU Omnibus Law Cipta Kerja dicabut. Massa juga mendesak untuk bertemu dengan anggota DPRD Jateng agar suara mereka dapat didengar dan disampaikan kepada pimpinan partai di pusat. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) *** Local Caption *** 

BANGKAPOS.COM---Belakangan ramai pembahasan soal upah cuti karyawan tidak dibayar oleh perusahaan.

Hal ini tentunya mendapat respon banyak pihak.

Direktur Pengupahan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Dinar Titus Jogaswitani memastikan bahwa pekerja yang cuti tetap dibayarkan upahnya.

Hal itu ia sampaikan untuk meluruskan informasi beredar yang menyatakan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021, membuat pekerja yang mengambil cuti tidak akan mendapatkan upah.

"Tidak masuk kerja karena pekerja cuti berhalangan tetap dibayar," ujar Dinar dalam diskusi virtual membahas mengenai pengupahan, Selasa (2/3/2021).

Pasal 40 PP Nomor 36 Tahun 2021 memang menyatakan upah tidak dibayar apabila pekerja atau buruh tidak masuk bekerja dan/atau tidak melakukan pekerjaan.

Namun aturan itu tidak berlaku untuk beberapa hal.

Berdasarkan Ayat 2 Pasal 40 PP Nomor 36 Tahun 2021, pengusaha harus membayar upah jika pekerja menjalankan hak waktu istirahat dan cuti.

Terdiri dari hak istirahat mingguan, cuti tahunan, istirahat panjang, istirahat sebelum dan sesudah melahirkan, dan istirahat karena mengalami keguguran.

Selain itu, pengusaha harus membayar upah jika pekerja berhalangan masuk kerja karena sakit, haid, menikah, menikahkan anaknya, mengkhitankan anaknya, membaptiskan anaknya, istri melahirkan atau keguguran, hingga anggota keluarga meninggal.

Halaman
1234
Editor: M Zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved