Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Santunan Rp15 Juta Bagi Ahli Waris Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Ditiadakan, Begini Aturannya

Kementerian Sosial Republik Indonesia menghentikan penyaluran santunan bagi ahli waris Pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

bangkapos.com
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan, Herman. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kementerian Sosial Republik Indonesia menghentikan penyaluran santunan bagi ahli waris Pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Penghentian penyaluran ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 150/3.2/BS.01.02/02/2021 tentang rekomendasi dan usulan santunan ahli waris korban meninggal akibat Covid-19 yang dikeluarkan oleh Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, Kamis (18/2/2021) lalu.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Herman, Selasa (2/32021) memastikan saat ini santunan bagi ahli waris pasien Covid-19 yang meninggal dunia sudah tidak ada lagi.

"Untuk di Kabupaten Bangka Selatan itu baru ada satu ahli waris yang menerima santunan dengan besaran Rp15 juta. Ahli waris ini adalah ahli waris kasus pertama meninggal dunia akibat Covid-19 dan bantuan ini bersumber dari APBN," ujar Herman.

Herman menambahkan pada kasus ke lima adanya warga yang meninggal dunia akibat Covid-19, pihak ahli waris mendatangi pihaknya guna menanyakan secara teknis bagaimana penerimaan santunan ini.

"Waktu itu karena kami belum menerima edaran peniadaan santunan, jadi kami meminta agar anggota keluarga atau ahli waris untuk menyiapkan segala dokumen yang dibutuhkan untuk disampaikan ke provinsi dan diteruskan ke kementerian," ucap Herman.

Setelah menerima edaran dari Kemensos RI mengenai peniadaan santunan bagi ahli waris, pihaknya lanjut Herman segera menyurati setiap camat di Kabupaten Bangka Selatan untuk meneruskan ke setiap kelurahan dan desa guna menyampaikan peniadaan santunan bagi warga yang meninggal dunia akibat Covid-19.

"Saat ini santunannya tidak ada lagi karena sudah menjadi keputusan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia," tambahnya.

Mengenai alasan peniadaan santunan ini, Herman enggan menanggapi lebih lanjut karena menurutnya kebijakan ini merupakan kebijakan dari kementerian. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved