Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

1.320 Petugas Publik di Pangkalpinang Sudah Divaksinasi, Hakim Sebut Tak Ada Paksaan Suntik Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, menyebutkan sudah 1.320 orang sudah melaksanakan vaksinasi

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr Masagus M Hakim 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, menyebutkan sudah 1.320 orang sudah melaksanakan vaksinasi di Kota Pangkalpinang.

Dengan rincian 396 lansia dan 924 petugas publik yang sudah disuntik vaksin hingga hari ini, Rabu (3/3/2021).

Menurut Hakim, tidak ada paksaan sebetulnya seseorang akan dilakukan vaksinasi.

"Jadi saya sampaikan kepada masyarakat tidak ada paksaan, kalau tidak mau ya silahkan tapi tanggung sendiri masalah kesehatan tubuhnya," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, tidak semua vaksinasi ini dapat diberikan. Mestinya masyarakat dapat memanfaatkan dengan baik.

"Sasaran kita lansia ada 16 ribu, kita cuma dapat 7 ribuan, terus masyarakat ada 200.000 penduduk sementara kita baru dapat kurang lebih 10 ribu vaksinasi tahap kedua untuk petugas publik ini. Jadi janganlah sampai membuat isu tidak baik dengan vaksin ini," sebut Hakim.

Hal tersebut ia sampaikan usai ada satu orang yang meminta para nakes membuat surat pernyataan jika terjadi apa-apa pasca vaksinasi.

"Bagi yang tidak mau vaksinasi itu pasti dia termakan hoaks, isu yang tidak berdasarkan fakta, yang tidak mau itu kurang informasi saja," bebernya.

Hakim menyebutkan, pemberian vaksin merupakan upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Namun upaya ini tentu mesti dilakukan bersama-sama agar pandemi segera bisa disudahi.

"Unsur pemerintah juga sudah melakukan vaksinasi, ini untuk memotivasi dan mengedukasi masyarakat bahwa vaksin Covid-19 aman untuk dilakukan," sebutnya.

Hakim menegaskan, tidak akan memberi sanksi apa pun jika ada yang menolak untuk divaksin, sebab vaksin yang ditolak akan dialihkan ke orang lain.

"Mereka yang menolak vaksin, otomatis dialihkan ke orang lain. Tidak ada paksaan," ucap Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved