Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gubernur Erzaldi Akan Naikkan Harga LPG, Helmi: Zaman Lagi Susah, Masyarakat Jangan Dibikin Kaget

Seharusnya gubernur tidak langsung menaikan HET ke nominal Rp 19.000, karena melihat kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit karena pandemi

Pos Belitung/Disa Aryandi
Ratusan orang secara bergantian, mengantri Gas LPG 3 Kg di salah satu toko di Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan, Belitung, senin (15/2/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rencana Gubernur Bangka Belitung yang akan menaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji 3 kilogram, dikomentari oleh anggota Komisi III DPRD Bangka Belitung.

Azwar Helmi mengatakan, seharusnya gubernur tidak langsung menaikan HET ke nominal Rp 19.000, karena melihat kondisi ekonomi masyarakat sedang sulit karena pandemi Covid-19.

"Kalau memang itu kebijakan gubernur kita dukung, tetapi seharusnya naiknya secara bertahap jangan langsung tinggi ke Rp 19.000 dari sebelumnya hanya Rp 15.900 per tabungnya," ujar Azwar kepada Bangkapos.com, Rabu (3/3/2021).

Helmi menjelaskan setiap kebijakan yamg dikeluarkan gubernur Bangka Belitung selalu mereka dukung, namun perlu pengawasan dan evaluasi dalam memutuskanya.

"Kalau bisa naiknya bertahap lah, karena dari harga Rp 15 ribu, kemudian naikan per tiga bulan berapa lagi, jangan mengejutkan langsung Rp 19 ribu karena masyarakat saat ini sedang susah di kondisi pandemi ini. 

Walaupun memang harga saat ini juga tinggi mencapai Rp 20 ribu dieceran itu juga tetap dibeli masyarakat karena kebutuhan tadi," ujarnya.

Helmi juga mewanti-wanti apabila harga HET gas elpiji 3 kilogram nanti menjadi Rp 19.000 maka harga eceran dipastikan akan naik lebih dari harga itu.

"Bisa saja nanti naik harga ecerannya yakinlah, akan melebihi dari Rp 19 ribu, karena sekarang saja sudah ada yang mencapai Rp 20 ribu di ecaran apalagi harganya HET Rp 19 ribu, sudah pasti meningkat,"ujarnya.

Politikus PPP ini juga menjelaskan, kebijakan yang akan dikeluarkan gubernur itu juga perlu dilakukan pengawasan ketat apabila ada penjual, menjual di atas harga HET nantinya, agar diberikan sanksi tegas.

"Perlu kita awasi, terkait tindak lanjut kebijakan gubernur nantinya, tentunya dari aparat penegak hukum yang berkaitan menegakkan kebijakan gubernur itu, untuk dapat turun ke lapangan melihat apakah berjalan, bukan hanya soal gas yang lainnya juga perlu diawasi," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved