Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pantangan ! Jangan Lakukan Hal Ini Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Begini Dampaknya

Program Vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas publik dan lanjut usia (Lansia) di Pangkalpinang sudah dilaksanakan. Program itu sudah bisa

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi suntik vaksin 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Program Vaksinasi Covid-19 tahap kedua bagi petugas publik dan lanjut usia (Lansia) di Pangkalpinang sudah dilaksanakan. Program itu sudah bisa diikuti oleh sejumlah Lansia di masing-masing Puskesmas kecamatan yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, Rabu (3/3/2021) menyebutkan, setelah disuntik vaksin, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan.

"Pasca suntik vaksin memang dianjurkan untuk istirahat yang cukup, sebisa mungkin jangan banyak berinteraksi dengan orang banyak karena kondisi tubuh memerlukan istirahat yang cukup karena untuk meningkatkan efektivitas antibodi terhadap vaksin tersebut," kata Hakim menyebut aturan itu merupakan petunjuk Kemenkes RI.

Hakim juga menyebutkan, sebaiknya menghindari kegiatan berat atau aktivitas yang banyak menggunakan tenaga pada otot tangan dan kaki.

"Seperti push up, seat up, golf, badminton, basket, voly, tenis, sepeda, angkat-angkat barang berat. Nah kegiatan berat seperti itu kalau bisa dihindari 2-3 hari dan untuk lebih aman selama 7 hari," katanya.

Namun olahraga seperti jalan pagi yang tidak terlalu berat masih bisa diperbolehkan.

"Vaksin adalah bagian dari virus yang sudah dilemahkan atau yang tidak mampu menyebarkan penyakit kemudian disuntikan ke tubuh. Manfaat vaksin ini adalah sebagi pelatih untuk tubuh kita agar bisa mengenali virus dan tubuh kita sangat memerlukan waktu untuk membentuk ulang antibodi," jelasnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa lama efektivitas vaksin, namun perkiraan sementara 4-8 bulan dan ini masih menunggu penelitian lebih lanjut.

"Siapa pun yang sudah mendapatkan vaksin tetap tidak boleh meninggalkan protokol kesehatan. Tetap pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, dan rajin mencucui tangan," katanya.

Sedangkan efek samping vaksinasi mucul adalah hal yang wajar, sama halnya saat disuntik imunisasi lainnya. Memang ada beberapa efek samping vaksinasi yang bisa muncul di antaranya efek samping lokal seperti bengkak dan nyeri di bagian yang disuntik, serta efek samping sistemik seperti demam, sakit kepala dan lemah atau letih.

"Pada orang-orang yang mengalami gejala ikutan setelah vaksinasi seperti demam, letih tentu harus istirahat dan menghindari aktivitas-aktivitas olahraga juga. Tapi ini sifatnya individu, tidak pada semua orang," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Kota Pangkalpinang di gelombang pertama vaksinasi tahap kedua ini mendapatkan jatah 7.083 vaksin untuk lansia, dan 563 untuk petugas publik.

Lebih lanjut, menurut Hakim yang terpenting justru persiapan sebelum vaksinasi. Dia menyarankan agar tidak meminum kafein atau stimulan dan tidur terlalu larut atau begadang semalam sebelumnya.

"Karena dikhawatirkan itu mempengaruhi tekanan darah, padahal tekanan darah diusahakan stabil, walaupun saat ini batasnya sudah dinaikkan menjadi 180/110 mmHg dari sebelumnya 140/90 mmHg," katanya.

"Selain itu, sehabis begadang lalu besoknya jadi agak demam dan atau malah sakit kan jadi bisa batal mendapat vaksinasi, sayang sekali," tambah Hakim.

Oleh karenanya, dia menyarankan masyarakat agar lebih dulu memastikan tubuh dalam keadaan sehat ketika akan dan saat vaksinasi. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved