Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kenaikan HET Gas Elpiji 3 Kilogram Masih Dibahas, Segini Harga di Pangkalan Jika Disetujui

Rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon atau elpiji 3 kilogram di Provinsi Bangka Belitung belum dapat diwujudkan.

Bangkapos/Riki Pratama
Plt. Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas melon atau elpiji 3 kilogram di Provinsi Bangka Belitung belum dapat diwujudkan.

Pasalnya, kebijakan tersebut masih dalam pembahasan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Hiswana Migas dan Gas serta Pertamina.

Plt. Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Yani, mengatakan kebijakan menaikan HET belum ada persetujuan dari Gubenur Bangka Belitung.

Sebelumnya pemerintah telah mewacanakan kenaikan elpiji 3 kilogram dari Rp15.900,- menjadi Rp 19.000,-.

"Belum ditandatangi pak Gubernur artinya kita belum final,” kata Ahmad Yani kepada Bangkapos.com di kantor gubernur, Kamis (4/3/2021).

“Karena Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) sebagai himpunan dari kawan-kawan yang berbisnis ataupun berusaha minta gas ini ingin setinggi-tingginya, sedangkan pertamina ingin serendah-rendahnya. Kita pemerintah ini menengahinya, titik ketemunya belum ketemu," katanya menjelaskan.

Dia menegaskan, kenaikan HET gas elpiji 3 kilogram belum final, nanti pihaknya akan menyampaikan apabila gubernur telah menyetujui dan menjelaskam latar belakang kenaikan HET tersebut.

"Baru kita konfrensi pers lah. Ini baru pemikiran, beluk final. Kalau misal ada kenaikam HET gas elpiji 3 kilogram pertama memang sudah lebih lima tahun, enam tahun HET kita tidak pernah disesuikan. Sedangkan provinsi lain itu sudah menyesuaikan setiap dua tahun.”

“Kita sudah hampir enam tahun ini belum pernah menyesuikan itu, selanjutnya memang ada PPN, jadi gas elpiji 3 kilogram berdasarkan keputusan Kemenkeu itu sudah dikenakan pajak," kata Ahmad Yani.

Dia menegaskan, kalau tidak dilakukan kenaikan HET nantinya akan membebani pihak Hiswana Migas ataupun pengusaha dan biaya transportasi yang semakin naik.

Pendistribusian gas elpiji 3 kg ke pangkalan gas, Kamis (4/2/2021)
Pendistribusian gas elpiji 3 kg ke pangkalan gas, Kamis (4/2/2021) (Bangkapos.com/Widodo)

"Karena transportasikan semakin mahal, dan inflasi juga semakin ada terus. Jadi kalau tidak disesuikan ya nanti akhirnya para pengusaha migas ini tidak dapat memberikan gaji cukup kecil, juga kepada tenaga kerja yang ada di bawah mereka, sehingga perlu disesuikan,"ujarnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved