Breaking News:

Setelah Nurdin Abdullah Dicokok KPK, Proyek Gedung Pencakar Langit Rp1,9 T Dihentikan, Ini Alasannya

Pembangunan Twin tOWER yang rencananya berlantai 36 itu disebut akan menelan anggaran hingga Rp1,9 triliun dengan target pengerjaan selama 18 bulan

Editor: Dedy Qurniawan
PERSERODA SULSEL
Setelah Nurdin Abdullah Dicokok KPK, Proyek Gedung Pencakar Langit Rp1,9 T Dihentikan, Ini Alasannya - Gambar rancangan proyek Twin Tower yang akan dibangun Perseroda Sulsel di kawasan CPI, Pantai Losari, Makassar, Sulsel 

BANGKAPOS.COM - Setelah Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif, Nurdin Abdullah dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi, proyek gedung pencakar langit di eranya yang bernilai Rp1,9 triliun dihentikan.

Diberitakan, penyetopan proyek tersebut tak terkait langsung dengan kasus yang tengah melilit sang gubernur.

Proyek itu dihentikan karena menyalahi aturan tata ruang.

Demikian disampaikan  Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Dia menyoroti proyek-proyek yang pernah ditangani oleh Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel ER sebagai penerima dan AS selaku pemberi.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Sulawesi Selatan di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/2/2021) dini hari. Pada konferensi pers tersebut, KPK menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sebagai tersangka kasus proyek pembangunan infrastruktur karena diduga menerima gratifikasi atau janji. KPK juga menetapkan tersangka kepada Sekdis PUPR Sulsel ER sebagai penerima dan AS selaku pemberi. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Usai menghentikan proyek pembangunan pedesterian di Jalan Metro Tanjung Bunga, Danny Pomanto menyoroti proyek gedung Twin Tower di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI).

Wali kota berlatar belakang arsitek ini mengatakan, desain pembangunan Stadion Mattoanging berpotensi menimbulkan kemacetan panjang di sekitar stadion.

"Ide desain Twin Tower, ide desain Stadion (Mattoanging) itu bagus, tapi tempatnya yang salah. Maka kalau ide itu mau digunakan, silakan cari tempat yang pas tata ruangnya," kata Danny kepada wartawan di Makassar, Rabu (3/3/2021).

Danny menegaskan 2 megaproyek yang digagas Nurdin Abdullah itu melanggar aturan tata ruang yang ada di Kota Makassar.

Dia tidak terima jika aturan tata ruang harus dilanggar demi sebuah proyek pembangunan yang besar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved