Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Buka KBM Tatap Muka, Ini Peringatan Satgas Covid-19 Bangka Belitung untuk Ponpes IC Sungailiat

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, memberikan syarat kepada Pondok Pesantren IC Sungailiat

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, memberikan syarat kepada Pondok Pesantren IC Sungailiat, untuk melakukan pengetatan kembali, sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di dalam pondok.

Menurut Mikron, Itu dilakukan agar kasus positif santri hingga ratusan orang tidak terjadi lagi di pondok pesantren tersebut. 

Ia mengharapkan aktivitas keluar masuk santri serta pengurus pondok lainya selama pelaksanaan tatap muka tidak dilakukan.

Demi mencegah, masuknya virus ke dalam pondok pesantren.

"Menurut saya harus ada pengetatan yang akan masuk ke pesantren. Perlu ada dilakukan screening untuk santri yang masuk ke dalam pesantren nantinya, kemudian bila sudah masuk. Dimulai santri hingga pengajar jangan melaksanakan aktivitas keluar masuk pesantren, tetapi tetap saja ada di dalam," tegas Mikron kepada Bangkapos, Jumat (5/3/2021) ditemui di Kantor Gubernur Bangka Belitung.

Ia mengatakan, apabila aktivitas keluar masuk dilakukan, dikhawatirkan akan membawa virus corona, kemudian dengan cepat menyebar ke dalam pondok pesantren.

"Menjadi permasalahan kalaupun membuka KBM tatap muka semua harus di dalam pondok atau asrama. Setelah dilakukan screening dan semua harus punya komitmen dari santri, pengajar hingga pengurus lainya," harap Mikron.

Selain itu, Mikron mengharapkan adanya prinsip  kehatian-hatian dilakukan, tujuanya agar kasus seperti ini tidak terulang kembali, karena diakui Mikron, dengan kasus temuan ratusan santri dan pengurus positif corona di pondok pesantren membuat Satgas Bangka Belitung kebobolan.

"Kasus kemarin menjadi pelajaran kita bersama, dengan sayarat yang telah saya sampaikan tadi, kalau ingin KBM tatap muka semuanya di asrama tidak boleh keluar masuk. Artinya dari pengasuh, tukang masak, dan segala macamnya harus disana tidak boleh keluar masuk," tegasnya.

Selain itu dia meminta adanya komitmen dan bukti surat pernyataan bahwa pengurus, ustad, santri dan warga lainya di dalam pondok tidak melakukan aktivitas keluar masuk selama KBM tatap muka dilakukan.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved