Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pedagang Libatkan Anak Jualan di Persimpangan Jalan, Eti Sebut Itu Kategori Eksploitasi  

Semakin banyak anak-anak yang berjualan di sejumlah persimpangan lampu merah di Pangkalpinang. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan.

bangkapos.com
Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty.(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Semakin banyak anak-anak yang berjualan di sejumlah persimpangan lampu merah di Pangkalpinang. Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Pangkalpinang, Eti Fahriaty, Jumat (5/3/2021) menyebutkan, pihaknya hingga kini tetus berupaya menyelesaikan permasalah yang melibatkan anak-anak untuk mencari nafkah itu.

Diakui Eti, pihaknya memang sedikit kewalahan sebab para pedagang yang menjajakan jualannya di lampu merah itu selalu berdalih kesulitan ekonomi.

Pihaknya kata Eti juga sudah mengadakan rapat dengan Satpol PP,  Polres, Dinas Perhubungan dan Dinas Pendidikan untuk membahas hal tersebut.

"Rapat koordinasi kami itu merupakan tindak lanjut dari provinsi, maka mereka minta kita Kota Pangkalpinang segera menindaklanjuti hasil rapat itu. Dan kita saat ini sedang melakukan evaluasi juga dan sedang kita atur beberapa strateginya," kata Eti.

Menurutnya, dalam rapat tersebut ia dan tim akan menyebarkan informasi melalui media sosial bahwa tidak untuk memberikan sumbangan kepada anak-anak yang berjualan di lampu merah tersebut.

"Kemungkinan yang memberi ini juga tidak tahu kalau memberi itu bisa kena sanksi, rencana kami sepakat untuk membuat spanduk yang berisi peringatan tentang bagi yang memberi akan kena sanksi, terus kita juga akan buat di media sosial juga yang bahasanya sedang kita atur agar dapat dimengerti," ujarnya.

Berdasarkan undang-undang kata Eti, penjual atau pedagang yang melibatkan anak-anak di jalanan termasuk kategori eksploitasi anak.

"Karena berdasarkan undang-undang memang itu termasuk eksploitasi anak, yang melibatkan anak-anak juga memang dilarang. Anak juga ada peringatannya nanti, ini ada kesepakatan kami juga ada patroli sosial dan ini sudah jalan. Salah satunya untuk menertibkan anak-anak, ini gabungan dari dinas sosial karena memang ada kaitannya," jelasnya.

Ia berharap, anak-anak ini tetap pada dunianya bukan untuk diminta mencari nafkah. "Dunia anak-anak inikan bermain, biarkan mereka bermain jangan buat mereka banyak beban, mereka harusnya bermain dan belajar, kita harap anak-anak dapat menempati posisinya yang layak. Makanya kita terus mengupayakan peningkatan kota layak ini di Kota Pangkalpinang, supaya dimana pun anak itu berada mereka merasa nyaman," kata Eti.

"Kita juga sudah sering memberikan edukasi bahwa mereka itu dilarang dan melanggar sampai meminta anak-anak berjualan, tapi mereka selalu bilang kesulitan ekonomi dan ingin membantu orang tuanya di Masa Pandemi ini, kita mendengarnya pasti terenyuh," tambahnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved