Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Selama Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Ada Tujuh Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi di Pangkalpinang

Terkait pemberian vaksinasi tersebut diakuinya ada tujuh kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Pangkalpinang.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: nurhayati
Ist/ Christa Axella Phanata/ Mahasiswa UMN
Ilustrasi Vaksin Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang dr Masagus M Hakim, menyebutkan selama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang dimulai pada Jumat (15/1/2021) lalu dengan sasaran tenaga kesehatan hingga sekarang sudah masuk tahap kedua vaksinasi untuk petugas publik.

Terkait pemberian vaksinasi tersebut diakuinya ada tujuh kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Pangkalpinang.

Hakim menyebutkan, tujuh kasus tersebut tercatat berdasarkan yang melaporkan kepada Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.

"Selama berlangsungnya pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kota Pangkalpinang tercatat ada sebanyak 7 kasus KIPI. Itu yang kita dapatkan karena ada yang melaporkan, kalau yang tidak melapor tidak terdata dikita, seluruhnya di alami tenaga kesehatan waktu vaksinasi tahap pertama kemarin," kata Hakim kepada Bangkapos.com, Sabtu (6/3/2021).

Hakim menyebutkan, dari tujuh kasus tersebut semuanya hanya mengalami gejala ringan saja, tidak ada gejala berat yang dialami berdasarkan laporan.

"Rata-rata para pasien KIPI mengalami gejala lemas, demam, dan kebas setelah mereka menjalani vaksinasi Covid-19, tapi itu gejala ringan hal biasa yang ditimbulkan usai vaksinasi," jelasnya.

Hakim memastikan, kejadian KIPI cenderung ringan dan dapat membaik dengan sendirinya dan tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi.

"KIPI adalah salah satu reaksi tubuh pasien yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin," bebernya.

Menurut Hakim, KIPI dapat terjadi dengan tanda atau kondisi yang berbeda-beda. Mulai dari gejala efek samping ringan hingga reaksi tubuh yang serius seperti anafilaktik (alergi parah) terhadap kandungan vaksin.

"Masalah efek samping semua yang dilakukan pengobatan pasti ada efek samping, apakah kita takut dengan persentase dari sudah berapa juta orang yang dilakukan vaksinasi dan hanya ada satu dua orang yang ada gejala berat, nah untuk apa kita takut, jadi jangan terpengaruh dengan itu," ungkap Hakim.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved