Breaking News:

Janda Satu Anak Gelisah Terjaring Operasi Polisi, NV: Saya Kira Mau Ditahan

NV nampak gelisah setelah diamankan oleh Polisi, dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYDK) dan Yustisi Polres Pangkalpinang, Sabtu (6/3/20219).

Bangkapos.com/Yuranda
Jajaran Polres Pangkalpinang, melaksanakan razia KRYD dan Yustisi di Wilayah hukumnya, 23 orang diamankan ke Mako Polres Pangkalpinang, Sabtu (6/3/2021) hingga Minggu (7/3/2021) dinihari. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- NV nampak gelisah setelah diamankan oleh Polisi, dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYDK) dan Yustisi Polres Pangkalpinang, Sabtu (6/3/20219) hingga Minggu (7/3/2021) dinihari.

Perempuan 24 tahun ini, dibawa ke Mapolres Pangkalpinang berdasarkan delapan teman perempuan dan 14 orang pengunjung di kafe remang-remang di Kawasan Air Mawar, Tamberan, Bukitintan, Kota Pangkalpinang.

Saat dimintai keterangan oleh anggota polisi, Janda anak satu ini mengatakan dirinya sudah hampir setahun lebih, menjadi pelayan di Kafe tersebut.

Katanya, tempat tersebut tidak melayani lelaki hidung belang, hanya menemani mereka minum saja. Ia pun merasa khawatir ketika mereka dibawa ke Polres Pangkalpinang, ia mengira akan ditahan.

"Sudah menjadi pekerjaan saya di sini, sejak menjanda selama setahun lebih. Saya kira akan ditahan, aku sih mau bekerja di tempat lain, tapi belum ada yang terima saya," kata NV, di Polres Pangkalpinang, Minggu (7/3/2021)

Dengan gerak gerik gelisah, NV diminta untuk menulis pernyataan dan menulis identitas dirinya. Mereka diberikan surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi.

Setelah membuat surat pernyataan tersebut, mereka pun diberikan izin untuk meningkatkan Polres Pangkalpinang dengan catatan mereka harus pulang ke rumah masing-masing.

Sebelum diberitakan, sebanyak 23 orang terjadi polisi dalam operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dan Yustisi, Polres Pangkalpinang, Sabtu (6/3/2021) sampai Minggu (7/3/2021) dinihari

Mereka diamankan di tiga tempat kafe remang-remang di kawasan Ketapang, dan Air Mawar, Tamberan, Bukitintan, Kota Pangkalpinang.

Dari 23 orang, sembilan orang diantaranya merupakan perempuan dan 14 orang laki-laki, mereka kedapatan sedang pesta minuman keras jenis tuak dan bir, serta melanggar protokol kesehatan covid-19.

Halaman
123
Penulis: Yuranda
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved