Breaking News:

Horizzon

Ketika Warung Kopi Jadi Teman bagi Harapan Usai Pandemi

Biarlah warung kopi dan angkringan tetap buka untuk memelihara harapan tentang masa depan peradaban kita usai pandemi

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: suhendri
Ketika Warung Kopi Jadi Teman bagi Harapan Usai Pandemi
Bangka Pos
IBNU TAUFIK Jr / Pemred BANGKA POS GROUP

BERBICARA soal kudeta di Partai Demokrat, barangkali pengamat politik lebih cetar dalam menganalisis apa yang terjadi di partai berlambang mercy biru tersebut. Soal bagaimana anasir yang disampaikan pengamat, tentu tergantung di mana pengamat itu memandang dan posisionning-nya.

Bagi yang condong di posisi KSP Moeldoko, analisisnya juga macam-macam, mulai dari sebuah proses politik yang wajar, hingga mengaitkan dengan dosa lama SBY saat dia berkuasa.

Sementara bagi mereka yang standing-nya di luar lingkaran Istana, komentarnya mulai dari peran serta pemerintah hingga etika Moeldoko, mantan anak buah dan mungkin bisa disebut anak emas SBY yang kini berkhianat dan lainnya.

Soal analisis politik, tentu kita hanya bisa menikmati saja sebagai dinamika perpolitikan Tanah Air. Kita juga tahu bahwa partai-partai besar yang wakil-wakilnya duduk di Senayan hampir semua pernah mengalami hal serupa.

Sebut saja PKB, Golkar, PPP, PAN, atau PDI Perjuangan pernah mengalami nasib serupa dengan Demokrat. Namanya juga partai politik, maka apa yang terjadi pada Demokrat di Deli Serdang harus kita maknai sebagai kegiatan politik.

Kita hanya tahu, Partai Demokrat pada akhirnya akan menemukan caranya sendiri untuk kembali eksis di kancah perpolitikan nasional. Moeldoko yang berstatus sebagai Kepala KSP yang ada di lingkaran kekuasaan tentu sebanding dengan tokoh sekaliber SBY yang sejauh ini identik dengan orang yang membesarkan partai berlambang bintang mercy tersebut.

Jika berkenan, kita mengajak melihat apa yang terjadi dengan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang tersebut dari kacamata keputusasaan kita semua menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga memasuki tahun kedua belum tampak tanda-tanda akan berakhir.

Pandemi Covid-19 ini selalu memunculkan kisah dan cerita baru yang tampaknya terus memperpanjang skenario untuk eksis lebih lama. Kita tahu di awal kehadiran vaksin dianggap sebagai ending dari pandemi ini. Namun, cerita baru muncul lagi, di mana masa kekebalan akibat vaksin hanya bertahan kurang dari satu tahun.
Narasi baru soal kekebalan vaksin ini muncul saat proses vaksinasi sedang berjalan.

Belum lagi kita juga masih tidak habis pikir bagaimana pemerintah masih menggunakan PCR yang mahal sebagai diagnosis utama. Sementara kita semua tahu UGM, yang notabene anak bangsa mampu menciptakan alat deteksi yang lebih murah dan praktis dan akurat bernama GeNose justru seperti dianaktirikan.

KLB Demokrat di Deli Serdang adalah tamparan bagi polisi-polisi di daerah yang belakangan rajin melakukan razia penegakan perda protokol kesehatan. KLB Partai Demokrat menjadi tontonan terbuka bagaimana tokoh-tokoh kita ternyata bisa menggelar acara jauh dari apa yang disebut dengan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved