Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pemprov Bangka Belitung Kembali Berlakukan WFO, Berikut Komentar Pegawainya

Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengeluarkan kebijakan terkait aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk tidak

Darwinsyah/BangkaPos
Ilustrasi Virus Corona Baru 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengeluarkan kebijakan terkait aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai kontrak untuk tidak lagi melaksanakan work from home (WFH), tetapi melaksanakan work from office (WFO).

Selain itu, pegawi di Lingkungan Provinsi Babel juga diimbau untuk olahraga jalan pagi sejauh 4 KM setiap Senin-Jumat.

Kebijakan tersebut dilakukan karena kurang efektifnya WFH terhadap kinerja para pegawai di Pemprov Babel.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/0136/BKPSDM/2021 tentang pelaksanaan sistem kerja bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai Kontrak di Lingkungan Provinsi Babel.

Mengenai kebijakan tersebut seorang ASN Pemprov Babel, Mos (38) Warga Airitam Pangkalpinang, Senin (8/3/2021) mengatakan, dirinya menerima setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur.

"Komentar saya pribadi menerima kebijakan itu, namun sifatnya juga perlu dikaji ulang karena sekarang juga masih pandemi belum berakhir. Terlebih ASN belum semuanya divaksinasi Covid-19,"jelas Mos kepada wartawan, petang tadi.

Menurut Mos, WFH yang dilakukan selama ini cukup berjalan efektif, namun memang karena vaksinasi mulai berjalan di kalangan ASN sehingga kebijakan bekerja di kantor kembali diberlakukan.

"Kalau menurut saya efektif bekerja di rumah, karena ingin mencegah hal yang tidak dinginkan dalam hal penyebaran Covid-19 yang belum berakhir. Cuman mungkin kembali diberlakukan, bekerja di kantor karena, ada ASN mulai vaksinasi tetapi belum seluruhnya," katanya.

Kemudian, ia menjelaskan terkait kebijakan berolahraga dilakukan setiap Senin dan Jumat merupakan hal yang baik, namun baiknya jaraknya diperkecil tidak sepanjang 4 kilometer.

"Saya setuju terkait jalan santai sepanjang tujuan untuk kesehatan, apalagi di masah pandemi sekarang ini, karena dengan kesehatan bisa bekrja dengan baik. Namun alangkah baiknya jaraknya tempuhnya jangan jauh sampai 4 kilometer, bisa saja hanya 2 kilometer atau 2,5 kilometer, karena jarak 4 kilometer terlalu jauh," harapnya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved