Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pelestarian Tambak Skala Rakyat dan Ikan Endemik Lokal Jadi Fokus Dinas Perikanan Bangka Tengah

Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah fokus  melakukan pelestarian tambak udang skala rakyat dan pelestarian ikan endemik lokal di Tahun 2021.

Penulis: Sela Agustika | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Sela Agustika
Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Taufik 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah fokus  melakukan pelestarian tambak udang skala rakyat dan pelestarian ikan endemik lokal di Tahun 2021.

Kepala Dinas Perikanan Bangka Tengah, Taufik mengatakan hal ini sebagai bentuk dalam mendukung program yang dicanangkan oleh Bupati Bangka Tengah.

Untuk itu, pihaknya juga sudah melakukan kajian terhadap rencana pengembangan tambak udang skala rakyat.

"Saat ini kita sudah masuk dalam program prioritas di tahun 2021 yang nantinya diharapkan dapat membantu membuka lowongan pekerjaan dan menjadi alternatif pekerjaan bagi nelayan saat musim paceklik, dimana nelayan tidak bisa melaut," ungkapnya, Selasa (9/3/2021) kepada Bangkapos.com.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan perusahaan swasta dalam proses pembiayaan anggaran untuk mendukung keberhasilan program pelestarian.

"Kami akan memagangkan teknisi dan penyuluh di perusahaan tambak udang swasta untuk mengawal program ini, begitu juga anggota kelompok penerima manfaat akan diberikan pelatihan teknis budidaya terkait tambak udang skala rakyat," jelas Taufik.

Selain itu, pada tahun 2021 ini, ia mengungkapkan pihaknya akan fokus membangun pilar keberlanjutan dan kesejahteraan dengan melakukan pelestarian ikan endemik lokal dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

"Pada pilar keberlanjutan kita fokus pelestarian ikan endemik lokal yang bernilai ekonomis penting seperti baung, gabus, betok, dan lain-lain, sedangkan di pilar  kesejahteraan kita tetap akan bantu sarana produksi," kata Taufik.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Chazwir mengatakan upaya yang akan dilakukan dalam mendukung program ini yakni dengan mengembangkan dua model tambak udang skala rakyat.

"Untuk lahan pesisir yang tidak terkendala di status kawasan bisa menggunakan tambak lining dan jika terkendala dengan status lahan bisa menggunakan sistem kolam terpal bundar, tentunya dengan biaya investasi dan biaya produksi yang relatif murah, namun tetap bisa mendapatkan keuntungan," jelasnya

"Dengan kolam bundar berdiameter 10 meter, estimasi biaya investasi kurang lebih Rp 33 juta dan biaya produksi sekitar Rp 20 juta untuk satu siklus budidaya atau 4 bulan dan Insyaallah bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp 2 juta hingga Rp 3 juta perbulan," ungkap Chazwir.

(Bangkapos.com/Sela Agustika)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved