Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Rencana PT Pertamina Peralihan Premium ke Pertalite, Harga Lebih Mahal Kurang Diminati

Antrian pelanggan atau pengerit Bahan Bakar Minyak (BBM) terpantau mengular di SPBU 24.331.102 di Jalan Ahmad Yani, Pasar Pagi,

Penulis: Yuranda | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Yuranda
Suasana Pelanggan di SPBU Jalan Ahamd Yani dalam Dekat Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Selasa (9/3/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Antrian pelanggan atau pengerit Bahan Bakar Minyak (BBM) terpantau mengular di SPBU 24.331.102 di Jalan Ahmad Yani, Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Selasa (9/3/2021) pagi.

Mereka mengantri di nosel premium dan pertalite untuk mendapatkan BBM jenis premium di SPBU tersebut, berdasarkan informasi BBM jenis premium akan dialihkan ke jenis pertalite.

Penarikan itu akan direncanakan oleh PT Pertamina pada bulan Maret ini.

Menanggapi hal tersebut sejumlah pelanggan atau pengerit di SBPU Ahmad Yani, meminta pemerintah tidak mengalihkan premium ke pertalite.

Pasalnya, menurut Yusuf satu diantara pengerit di SPBU tersebut, menyebutkan BBM jenis pertalite kurang diminati oleh pelanggannya, selain harganya terpaut jauh berbeda dengan harga premium, penjualan juga susah.

"Saya harap sih pemerintah tidak mengalihkan premium (bensin -red) ke pertalite, harganya tinggi susah untuk djual, karena peminatnya kurang kalau pertalite ini," ungkap Yusuf di SPBU Ahamd Yani, Kota Pangkalpinang, Selasa (9/3/2021)

Menurutnya, harga bahan bakar pertalite Rp 7.850 sangat tinggi dibandingkan dengan Premium Rp 6.450 per liternya, selisihnya kurang lebih hingga Rp 1.500.

"Selain jauh harganya, pertalite ini kurang diminati. Kadang kalau bensin yang saya jual 40 liter itu sehari habis, sedangkan pertalite 20 liter hampir 2 hari, itu lah hampir 50 persen perbedaannya," ungkapnya.

Suasana Pelanggan di SPBU Jalan Ahamd Yani dalam Dekat Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Selasa (9/3/2021
Suasana Pelanggan di SPBU Jalan Ahamd Yani dalam Dekat Pasar Pagi, Kota Pangkalpinang, Selasa (9/3/2021 (Bangkapos.com/Yuranda)

Sementara itu, Ujang selaku Comrell MOR IV PT Pertamina Bangka, mengatakan akan merilis terkait PT Pertamina akan mengalihkan BBM jenis premium ke pertalite.

"Nanti saya drafkan dulu, kami akan rilis terkait hal ini," kata Ujang, saat dikonfirmasi Bangkapos.com, via telpon, Selasa (9/3/2021).

Rencananya peralihan premium ke pertalite itu, merupakan dukungan PT Pertamina untuk program Langit Biru yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memperbaiki kualitas udara di Indonesia.

Itu dilakukan karena penggunaan BBM ramah lingkungan. Maka premium akan di tarik atau dikurangi, guna mengganti dengan pertalite harga premium, atau harga khusus.

Kendati demikian, pertalite tetap bisa digunakan para nelayan.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved