Breaking News:

Jenderal Bintang Dua Ini Lebih Baik Mati Daripada Dilecehkan, Ini Sikap Irjen Napoleon Depan Hakim

Dengan nada lantang dia mengajukan banding atas vonis hakim pada dirinya, Rabu (10/3/2021).

Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Tjandra, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020). Napoleon Bonaparte didakwa menerima suap sebesar SGD 200 ribu dari terpidana korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra dalam kasus suap penghapusan red notice. 

BANGKAPOS.COM - Jenderal bintang dua ini bereaksi.

Dia tak terima divonis penjara atas tuduhan pada dirinya.

Dengan nada lantang dia mengajukan banding atas vonis hakim pada dirinya, Rabu (10/3/2021).

"Saya lebih baik mati dari pada martabat keluarga dilecehkan seperti ini," tegas Irjen Napoleon Bonaparte di depan hakim yang

memvonisnya.

Diberitakan dari TribunNews.com, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun pidana penjara dan

denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Irjen Napoleon Bonaparte.

Dia terbukti terlibat penerimaan suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Baca juga: Temukan Istri dan Pria Selingkuhan Asyik Lakukan Ini di Samping Rumah, Suami Kalap Langsung Bunuh

Usai menyelesaikan pembacaan putusan, Hakim Ketua Muhammad Damis meminta tanggapan Napoleon atas vonis tersebut.

Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dengan nada lantang menyatakan menolak dan bakal ajukan banding.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved