Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Penggunaan Bahan Bakar Berkurang Selama Pandemi, Penyebab PBBKB Tak Sampai Target

Penerimaan Pajak Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di Provinsi Bangka Belitung tidak mencapai target pada 2020 lalu.  

Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Bangka Belitung, Fery Afriyanto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Penerimaan Pajak Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di Provinsi Bangka Belitung tidak mencapai target pada 2020 lalu.

Target PBBKB pada 2020 sebesar Rp 201.058. 643.570 sementara realisasi hanya Rp 180.409.757.151 atau 89,73 persen.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Bangka Belitung, Fery Afriyanto, mengatakan, pendapatan dari PBBKB tergantung dari penggunaan bahan bakar di Provinsi Bangka Belitung.

"PBBKB tergantung penggunaan bahan bakar di Provinsi Bangka Belitung, industri dan masyarakat yang manggunakanya. 

Tahun lalu karena dampak pandemi penggunaan BBM berkurang dampaknya pada pendapatan pajak yang juga berkurang," jelas  Fery kepada Bangkapos.com di tempat kerjanya, Rabu (10/3/2021).

Ia menjelaskan, PBBKB tahun 2021 diprediksi masih sama mengalami penurunan dilihat dari awal tahun ini.

"Pada awal 2020 dan 2021 masih sama tidak ada peningkatan, penyebabnya karena penggunaan BBM yang berkurang untuk kendaraan bermotor dari semua jenis," katanya.

Fery, mengakui bahwa penerimaan pajak atas Penggunaan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) mengalami penurunan karena kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

"Dampak Covid-19 berpengaruh kepada penggunaan BBM ini menurun penggunaannya. Karena kita banyak WFH kerja di rumah, sehingga penggunaan BBM berkurang. Kemudian di sektor industri, operasional di sektor pertambangan juga berkurang sehingga mengalami penurunan," ungkapnya.

Fery, menjelaskan, terkait dengan rencana ingin dihilangkanya BBM jenis premium, ia belum menyampaikan apakah berpengaruh dengan pajak PBBKB. 

Namun, menurutnya apabila penggunaan BBM meningkat maka akan berdampak pada peningkatan pajak, dan begitu pula sebaliknya.

"Dengan penghapusan BBM jenis premium, apakah nanti ada peningkatan pembelian di BBM lain berarti ada peningkatan juga di pajaknya, jadi PBBKB ini tergantung penggunaan dari sisi pengguna kendaraan bermotor," jelasnya.

Fery menegaskan, semakin besar penggunan BBM di Babel maka akan berpengaruh pada pendapatan pajak daerah Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved