Breaking News:

Berita Belitung

Setelah Vaksinasi Covid-19 Jangan Rapid Antibodi, Ternyata Hasilnya bisa Positif, Ini Penjelasannya

Ternyata ada pantangan bagi orang yang sudah melakukan suntikan Vaksin  Covid-19.

Bangkapos.com/widodo
Tenaga kesehatan menunjukan vaksin sinovac untuk penyuntikan vaksin 

BANGKAPOS.COM -- Ternyata ada pantangan bagi orang yang sudah melakukan suntikan Vaksin  Covid-19.

Diantaranya,  tidak melakukan rapid antibodi, karena hasilnya dipastikan positif terpapar covid-19.

Rapid antibodi ini, tetap mendeteksi bahwa ditubuh orang tersebut ada virus corona, sebab vaksinasi ini adalah virus corona yang dilemahkan, kemudian dimasukan kedalam tubuh manusia.

"Makanya sekarang rapid antibodi ini sudah ditinggalkan, karena kalau setelah di vaksin, terus diuji coba antibodi, tetap hasilnya positif. Makanya sekarang menggunakan swab PCR dan Antigen," jelas Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Belitung dr Ikhwan Gusnadi kepada Posbelitung.co, rabu (10/3).

Kata Ikhwan, khusus uji swab PCR bisa juga mendeteksi positif covid-19, apabila orang tersebut sudah dilakukan vaksinasi covid-19.

Namun melihat kembali, hasil positif covid-19 itu, apakah dari vaksinasi atau tertular.

"Jadi bisa saja terjadi. Karena penyuntikan vaksinasi ini untuk membentuk antibodi, dengan memasukkan virus corona yang sudah dilemahkan. Tubuh manusia akan bereaksi membentuk antibodi setelah disuntikan vaksinasi," ucapnya.

Suntikan vaksinasi ini dilakukan sebanyak dua kali terhadap satu orang. Khusus usia 59 tahun ke bawah, suntikan kedua dilakukan dua minggu setelah suntikan pertama. 

Sedangkan untuk usia 59 tahun keatas, suntikan kedua dilakukan empat minggu setelah suntikan pertama.

"Pada suntikan kedua, seharusnya antibodi menjadi meningkat, terhadap virus corona dan vaksinasi ini untuk menghindari tertular virus corona, kalaupun tertular ketika sudah divaksin, gejala nya tidak berat," jelasnya.

Halaman
123
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved