Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bank Indonesia Lakukan Kerjasama dengan Pemkab Bangka Tengah

Bank Indonesia Kantor Wilayah Bangka Belitung dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melakukan penandatanganan nota kesepahaman

Bangkapos.com/Widodo
Penandatangan nota kesepahaman (MoU) penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Klaster bawang merah oleh Kepala Bank Indonesia Kaneil Babel Tantan Heroika dan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Desa Puput, Kacamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu (10/3/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Bank Indonesia Kantor Wilayah Bangka Belitung dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) klaster bawang merah di Desa Puput, Kacamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu (10/3/2021).

Penandatanganan kerjasama ini dilakukan antara Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung Tantan Heroika dengan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman didampingi Wakil Bupati Bangka Tengah Herry Erfian.

Selain itu juga dilakukan penanaman perdana peremajaan kelapa sawit yang dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman dan Herry Erfian, Kepala Bank Indonesia (BI) Tantan Heroika serta sejumlah pihak lainnya.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung Tantan Heroika mengatakan, kerjasama ini secara nasional menjadi program pemerintah.

"Program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional maupun Bangka Belitung. Tapi tentunya kita dorong tidak hanya pertumbuhan ekonomi tetapi juga ketahanan pangan itu juga perlu kita lakukan karena kita lihat tekanan inflasi belum begitu kuat karena konsumsi masyarakat masih relatif rendah," ungkap Tantan kepada Bangkapos.com, Rabu (10/3/2021).

Untuk itu pihaknya dari Bank Indonesia harus berkolaborasi karena beberapa hal yang penting dalam pemulihan ekonomi seperti pengendalian Covid-19 yang berpengaruh terhadap ekonomi. 

"Selain itu, keuangan pemerintah baik itu pusat APBN muapun daerah APBD sejak triwulan pertama ini sudah mulai digas agar konsumsi masyarakat ini naik dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Ia menilai, untuk ekspor kelapa sawit lima tahun kedepan diharapkan tidak akan turun, tetapi justru akan terus meningkat.

Untuk itu perlu dilakukan peremajaan tanaman kelapa sawit.

Diakui Tantan, perrmintaan kelapa sawit masih cukup besar di luar negeri termasuk lokal.

Halaman
12
Penulis: Widodo
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved