Breaking News:

Erzaldi: Peringatan Isra Miraj, Momentum Perbanyak Sedekah

acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Al-Ikhlas Bukit Permai Toboali, Kamis siang (11/03/2021).

Diskominfo Babel
Acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, di Masjid Al-Ikhlas Bukit Permai Toboali, Kamis siang (11/03/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengajak seluruh masyarakat Babel menjadikan peringatan Isra Miraj, sebagai momentum untuk memperbanyak sedekah. Gubernur juga mengingatkan umat Islam untuk cerdas dalam memanfaatkan peluang dalam menghadapi tantangan saat ini. 

Penegasan tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Bang ER itu, pada acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Ikhlas Bukit Permai Toboali, Kamis siang (11/3/2021). 

“Jika harta yang kita miliki untuk bersedekah tidak akan pernah berkurang ataupun akan membuat diri kita menjadi miskin. Karena Allah sang Maha Pemberi Rezeki untuk Umat-Nya yang senantiasa berbuat kebaikan seperti sedekah kepada orang yang membutuhkan," ujarnya. 

Gubernur Erzaldi lantas menceritakan kisah singkat keteladanan di Masa Rasulullah SAW dengan penuh semangat.

Di zaman Rasulullah, Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa yakni, sebuah sumur milik seorang Yahudi, Sumur Raumah namanya. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela mengantre dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut. 

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala.” 

Seorang sahabat Rasulullah yang terkenal dermawan, Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman bin Affan segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli Sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Setelah sebelumnya menolak, Yahudi itu pun menerima tawaran Utsman bin Affan. Ia lalu mewakafkan Sumur Raumah. Sejak itu, sumur tersebut dapat dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk Yahudi pemilik lamanya. Setelah diwakafkan, tumbuhlah di sekitar sumur itu beberapa pohon kurma dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah 1.550 pohon. 

Departemen Pertanian Saudi kemudian menjual hasil kebun kurma ini ke pasar-pasar. Setengah dari keuntungan itu disalurkan untuk anak-anak yatim dan fakir miskin, sedangkan setengahnya ditabung dan disimpan dalam bentuk rekening khusus milik beliau di salah satu bank atas nama Utsman bin Affan. 

Lalu apa makna cerita tersebut?

Halaman
123
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved