Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Istri Lapor Propam Polda Bangka Belitung Suami Dianiaya di Sel, Ternyata Hanya Asumsi Kakak Ipar

Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, membantah ada penganiayaan dan pemerasan oleh petugas piket penjagaan tahanan Polda Babel.

bangkapos.com
Kabid Humas Polda Babel Kombes (Pol) Maladi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, membantah ada penganiayaan dan pemerasan oleh petugas piket penjagaan tahanan Polda Babel.

Buditon dan Midi, dua tahanan kasus penambangan timah jenis ponton TI Selam di perairan laut Batu Dinding Teluk Kelabat Dalam Belinyu, Kabupaten Bangka dilaporkan mengalami penganiayaan.

Adalah kedua istri mereka yang mengadukan ke Bid Propam Polda Bangka Belitung, Rabu (10/3/2021) kemarin.

Namun ketika Subdit Paminal Polda Babel melakukan kroscek atas laporan tersebut, ditemukan tidak kecocokan antara laporan kedua istri tahanan tersebut dengan fakta di lapangan.

Ternyata dugaan penganiayaan tersebut hanyalah asumsi dari kakak ipar para pelapor bahwa suami mereka mengalami penganiayaan.

"Jadi yang disampaikan istri dari tersangka yang di dalam sel itu, bahwa hanya asumsi kakak iparnya saja," kata Maladi, dikonfirmasi, Kamis (11/3/2021).

Guna memastikan ada tidaknya aksi kekerasan tersebut, pihak Paminal Polda, mempertemukan tersangka dan para istrinya serta penyidik yang melakukan penangkapan dan anggota petugas jaga yang dimaksud.

"Akhirnya kami koordinasi ke krimsus yang nangkap mereka. untuk dikonfrontasi dulu dipertemukan hasilnya. lalu dicek sama istrinya enggak ada bekas dipukul, memar, lebam, idung patah berdarah itu tidak ada," beber Maladi.

Maladi juga, membantah ada kabar yang menyebutkan anggota piket penjagaan tahanan melakukan pemerasan.

Menurutnya, uang transferan yang dikirim sang istri tersebut, justru permintaan dari tersangka sendiri, hanya saja difasilitasi petugas jaga piket, sebagai bentuk empati.

"Jadi ceritanya, tahanan ini menghubungi ayuknya. Dan ayuk iparnya ini berasumsi takut adiknya, digebuk di sana, jadi tahanan minta kirim uang."

"Setelah dikroscek tersangka itu punya hutang karena mungkin mau ngerokok dan beli makanan dari luar, jadi minjem duit anggota," bebernya.

"Anggota juga punya rasa kemanusian, mungkin ini sikap-sikap humanis dari anggota juga, karena biar manapun mereka juga manusia, jadi mungkin dikasih lah pinjaman uang," tambah Maladi.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved