Breaking News:

Libur Isra Mikraj dan Hari Raya Nyepi, Mikron Imbau Masyarakat Babel Tak Rekreasi

Mikron Antariksa mengimbau agar masyarakat di Bangka Belitung tak melaksanakan liburan ke tempat wisata yang memicu kerumunan.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris, Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, sedang melihat foto dinding gedung Karantina BKPSDMD Provinsi Bangka Belitung, sambil melihat kondisi tenaga medis dan pasien beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Akhir pekan ini ada dua momentum libur nasional, Isra Mikraj pada Kamis 11 Maret 2021 dan hari raya Nyepi pada Minggu 14 Maret 2021.

Sekretaris, Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa mengimbau agar masyarakat di Bangka Belitung tak melaksanakan liburan ke tempat wisata yang memicu kerumunan.

"Yang jelas bagi pegawai negeri sudah ada surat edaran dari gugus tugas untuk tidak melakukan perjalanan atau liburan dan untuk masyarakat juga. Kami imbau bisa beraktivitas di rumah saja untuk mengurangi mobilitas, di tempat wisata atau rekreasi," ajak Mikron, Kamis (11/3/2021).

Satgas Covid-19 Bangka Belitung melakukan pengawasan dan pemantauan di bandara Depati Amir Pangkalpinang dan pelabuhan, tempat keluar masuk orang di pulau Bangka ini.

"Tentu kami juga menambah kekuatan di sana untuk mengantisipasi bila ada lonjakan, kalau di tempat-tempat wisata dilakukan pemantauan oleh satgas kabupaten atau kota. Kami hanya memonitoring untuk pelaksanaan kegiatannya," kata Mikron.

Ditegaskannya, bagi masyarakat yang sedang melakukan aktivitas di tempat keramaian atau liburan, bila tak menerapkan protokol kesehatan akan diberikan sanksi.

"Iya tetap (ada sanksi-red) karena sudah ada perdanya, akan ada sanksi yang kita berlakukan kepada yang tidak menggunakan protokol kesehatan di tempat keramaian," jelas Mikron.

Kondisi angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Belitung saat ini diakuinya stabil.

"Tidak ada lonjakan yang cukup besar, sudah mengarah ke landai. Takut masyarakat jadi lalai, kita tetap melalukan sosialisasi dan gerakan-gerakan yang kami pikir bisa menyadarkan dan memutus mata rantai penularannya," kata Mikron.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved