Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Pernah Gagal Panen, Kini Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bina Lestari Miliki 200 Kolam Budidaya

Berawal dari hobi dan coba-coba Kelompok Bina Lestari, Desa Pinang Sebatang sukses geluti budidaya ikan air tawar.

Bangkapos.com/Sela Agustika
Bupati dan Wakil Bupati beserta Gubernur Bangka Belitung saat melakukan panen ikan air tawar di Desa Pinang Sebatang, Rabu (10/3/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Berawal dari hobi dan coba-coba Kelompok Bina Lestari, Desa Pinang Sebatang sukses geluti budidaya ikan air tawar.

Kolam berukuran 12 meter × 20 meter menjadi wadah untuk menampung berbagai jenis ikan air tawar yang dibudidayakan, seperti nila, patin, dan gurami yang terletak di beberapa titik lokasi di Desa Pinang Sebatang, Kabupaten Bangka Tengah.

Budidaya ikan air tawar yang sudah berjalan sejak 2008 ini ternyata pernah mengalami gagal panen.

Namun sejak tahun 2012 lalu, budidaya ikan air tawar yang dikelohnya bersama kelompok ini menunjukan perkembangan yang positif dan sudah memiliki kolam budidaya sebanyak 200 kolam.

"Dulu waktu 2008 total kolam ade 40, tetapi waktu itu panen dak begitu berhasil dan mulai berkembang agik sejak tahun 2012 sampai sekarang dengan total kolam sebanyak 200 kolam,"kata Iskandar, Ketua Kelompok Bina Lestari kepada Bangkapos.com, Kamis (11/3/2021).

Bahkan saat ini dalam sehari Kelompok Bina Lestari yang teridiri dari 10 orang ini bisa memanenkan hasil budidaya ikan air tawar paling tinggi sebanyak 500 kilogram.

"Untuk panen sendiri tidak menentu tergantung permintaan juga, tetapi selama pandemi ini berkurang, misalkan tadinya perhari mencapai 500 kg sekarang hanya kisaran 300 kg per hari,"kata Ketua Kelompok Bina Lestari, Iskandar.

Kelompok Bina Lestari, Desa Pinang Sebatang, Iskandar
Kelompok Bina Lestari, Desa Pinang Sebatang, Iskandar (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Diakui Iskandar, sebenarnya tidak memiliki keahlian khusus dalam bidang perikanan, akan tetapi dengan bekal kemauan dan keyakinan saat ini kelompok budidaya ikan air tawar Bina Lestari terus berkembang. 

"Awal hobi mancing, terus mikir dak mungkin kalo nek mancing terus. Akhir e ngeliat budidaya ni ade peluang jadi coba untuk ikut budidaya," ungkapnya.

Ia mengaku omzet yang dihasilkan dari budidaya ikan ini lumyanan tinggi, di mana perbulan omzet bersih yang didapatnya kurang lebih Rp 9 juta.

Halaman
12
Penulis: Sela Agustika
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved