Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Di Bangka Belitung, GeNose Mulai Digunakan Deteksi Awal Covid-19  

GeNose alat deteksi Virus Corona buatan peneliti dari Universitas Gadjah Mada, yang didatangkan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Ros

bangkapos.com
Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, saat mengetes GeNose saat menghadiri kejuaran Taekwondo Championship 2021 antar unit se-Babel, Kamis (11/3/2021) malam di Gor Sahabudin, peserta yang ikut dites dengan GeNose. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- GeNose alat deteksi Virus Corona buatan peneliti dari Universitas Gajah Mada (UGM), yang didatangkan Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman beberapa waktu lalu, telah digunakan dalam kegiatan kejuaran.

Seperti dalam kejuaran Taekwondo Championship 2021 antar unit se-Babel, Kamis (11/3/2021) malam di GOR Sahabudin, peserta yang ikut dites menggunakan GeNose.

Erzaldi mengatakan selain pada event, GeNose tersebut nantinya akan ditempatkan pada OPD secara bergantian untuk dilakukan testing ke setiap pegawai.

"GeNose pertama di kantor gubernur alatnya ada dua kami beli satu serahkan swasta untuk mereka pakai, dua ini akan diletakan di kantor gubernur, dan satu dalam rangka melakukan patroli keloling ketika ada masyarakat tidak disiplin Prokes,"jelas Erzaldi kepada wartawan, Jumat (12/3/2021).

Menurut, Erzadi GeNose memang disiapkan dalam rangka upaya melakukan testing, ke setiap pelaksanan event, dalam upaya memlakukan filterisasi ke masyarakar dari kalangan peserta.

"Ini sebagai pendeteksi dini mencegah lebih awal. Karena bila ditemukan positif dari hasil GeNose itu bila dia habis makan atau merokok, disingkirkan dahulu setengah jam, kita singkirkan dulu. Kemudian cek sekali lagi, apabila masih positif kita arahkan untuk rapid tes antigen dan PCR bila hasilnya masih positif, baru kita minta isolasi ke rumah sakit provinsi,"katanya.

Dia menjeslakan pula bahwa saat ini penegakan prokes masih terus dijalankan, walaupun diakuinya penerapan sanksi denda belum maksimal dilakukan.

"Kemarin kita bersama Kapolda melakukan penertiban secara reguler, walau secara sanksi belum ada denda, sanksi yang sudah kita lakukan sosial dan kita lakukan terus untuk mengurangi penyebaran,"katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)


Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved