Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Lansia Punya Riwayat Gula Darah Bisa Divaksin dengan Syarat, Ini Penjelasan dr Della

Lanjut usia yang punya riwayat sakit gula darah tetap bisa divaksin dengan ketentuan memenuhi beberapa syarat.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Pelaksanaan vaksinasi untuk lansia dan ulama di Masjid Jamik Kota Pangkalpinang, Jumat (12/3/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Lanjut usia yang punya riwayat sakit gula darah tetap bisa divaksin dengan ketentuan memenuhi beberapa syarat.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Pangkalpinang sekaligus Koordinasi Vaksinasi, dr Della.

Saat pelaksanaan vaksinasi di lokasi pun memang tak dilakukan pemeriksaan kadar gula, hal ini ditunjukkan tak ada disediakan alat pendeteksinya.

"Tidak (menyediakan alat pemeriksaan gula darah-red). Berdasarkan hasil dari juknis yang telah dikeluarkan oleh Kemenkes pada tanggal 11 Februari 2021, itu untuk gula darah saat ini, tidak perlu dilakukan pemeriksaan," ujar dr Della, Jumat (12/3/2021).

“Yang memiliki penyakit diabetes militus boleh divaksinasi apabila tidak memiliki komplikasi akut atau indikasi cuci darah, jadi diperbolehkan dalam keadaan stabil, tidak perlu dicek, silakan disuntik,” katanya menjelaskan.

Ia mengingatkan, setelah para lansia ini diberikan vaksin, tetap harus menerapkan protokol kesehatan dan kembali divaksin dosis kedua pada 28 hari setelah vaksin pertama.

"Tetap menerapkan Germas (gerakan masyarakat hidup sehat). Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, kelola stres dan jauhi rokok serta minum obat teratur bila diperlukan," saran dr Della.

“Sejauh ini, tidak ada kendala untuk pelaksanaan vaksinasi kepada lansia, hanya saja ada penundaan untuk diperiksakan lebih lanjut di dokter spesialis, seperti penyakit hiperteroid, indikasi cuci darah atau penyakit keganasan seperi cancer," kata dr Della.

Untuk mempercepat cakupan vaksinasi terhadap lansia, hari ini, Jumat (12/3/2021), Pemerintah kota Pangkalpinang melakukan vaksinasi masal untuk lansia dan ulama di Masjid Jamik kota Pangkalpinang.

"Jadi intinya kegiatan pagi ini adalah kegiatan yang spontanitas setelah berjalannya hampir dua minggu vaksinasi tahap dua ini.”

Aswati (81) penerima vaksin di masjid Jamik kota Pangkalpinang.
Aswati (81) penerima vaksin di masjid Jamik kota Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

“Animo muslim itu dan pemuka agama muslim itu sedikit. Jadi kami berusaha berinovasi bagaimana memancing animo yang sedikit ini muncul.”

“Sasarannya jamaah masjid yang berumur diatas 60 tahun untuk mendapatkan cakupan vaksinasi umat muslim itu banyak," harap dr Della.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved